Feeds:
Posts
Comments

“Kuliner adalah bagian dari karya budaya yang diturunkan dari tradisi panjang kehidupan masyarakat. Tidak dibuat dengan sim salabim tiba-tiba jadi. Budaya adalah kekayaan yang tak akan pernah habis. Juga menjadi harta berharga bagi bangsa Indonesia yang bisa membawa kemakmuran masyarakat melalui Cultural Industry. Makanan Batak termasuk punya sejarah yang amat panjang,” kata Arief Yahya, – Menteri Pariwisata RI

Makanan khas adalah produk budaya.
Makanan khas Batak yang populer karena cita rasanya yang tinggi adalah na niarsik, na niura dan na pinadar. Tapi sesungguhnya, ada makanan khas Batak yang tak kalah sedap, namanya natinombur. Ini terbuat dari ikan bakar yang disajikan dengan kuah kental penuh bumbu. Dan kami yakin masih ada banyak masakan warisan leluhur yang konon pemberian namanya berdasarkan proses pembuatan hingga penyajiannya.

Ditengah gempuran masakan dari negara lain, misal Jepang, Korea, Thailand, Vietnam akankah kita biarkan resep warisan para leluhur tersebut punah dan hilang ditelan perubahan zaman ?

Berangkat dari keprihatinan akan hal itu, saya mengumpulkan informasi terkait sejarah, latar belakang dan filosophy yang terkandung didalam nama masakan tersebut. Bahkan kemudian saya bisa mendapatkan resep warisan leluhur dari orang-orang yang baik hati.
Atas dorongan dari para pemberi resep yang bersedia memberikan resep masakan khas Tapian Nauli dengan komitmen bahwa saya harus buka kuliner berbasis resep warisan leluhur yang mereka berikan, maka saya putuskan untuk membuka destinasi wisata kuliner, NATABOI Resep Warisan Leluhur bertempat di Jl. Lingkar Palem Semi, Ruko CBD No 22 (depan Giant) Palem Semi Karawaci Tangerang. https://goo.gl/maps/msY9LHncx8D2

Adapun menu  masakan khas Sumatera Utara berselera tinggi diantaranya:

Dengke Na Tinombur

Adalah makanan khas Batak sajian dari Toba. Bahan utamannya ikan Mujair, ikan Nila, ikan Mas maupun ikan Lele. Ikan dibakar, semua bumbunya direbus, kemudian dihaluskan dan disiramkan ke atas ikan bakar tersebut. Rasanya sangat nikmat apalagi dipadu dengan sambal rias dan andaliman yang bisa membuat lidah anda bergetar kenikmatan.

Agak mirip dengan pla rad prik (masakan khas Thailand populer), namun pastinya jauh lebih gurih tombur khas Batak.

Dengke Na Niura 

Na Niura adalah salah satu makanan khas Batak, sajian Toba. Dahulu Na Niura hanya dihidangkan untuk raja-raja Batak. Bahan utamanya ikan Mas mentah yang disebut Dengke, dibersihkan terlebih dahulu dari duri dan lendir kemudian dimatangkan dengan cara merendamnya dengan air unte jungga (jeruk khas Tapanuli). Melalui proses ini, kualitas protein di ikan Mas menjadi lebih utuh karena sama sekali tidak terkena api, tidak direbus, tidak digoreng.

Bumbu siramnya terdiri dari gabungan 10 macam bumbu termasuk andaliman dan kecombrang yang memiliki cita rasa gurih yang kuat, harum, dan khas. Tekstur kenyal dari daging ikan yang sudah meresap asam jungga menghadirkan sensasi tersendiri.

Dengke Na Niarsik 

Na Niarsik adalah kuliner tradisional khas Toba yang kaya dengan bumbu dan rempah. Na Niarsik berarti di-marsik-kan atau dikeringkan. Dengan kata lain, Dekke Na Niarsik, ikan yang dimasak terus-menerus sampai kuahnya kering, bumbunya menyerap ke ikan mas.

Terdapat 16 macam bumbu pada sajian kuliner ini. Dari andaliman, bunga kecombrang, dan bawang Batak menjadikan Na Niarsik menjadi spesial karena cita rasa tinggi, sehat dan alami.

Manuk Na Pinadar 

Padar atau Manuk Napindar adalah masakan Toba dengan ciri khasnya adalah rasa pedas dan getir dari andaliman. Ayam kampung dipanggang dan dilumuri bumbu khas.

Babi Panggang Karo 

Babi Panggang Karo adalah masakan khas populer dari tanah Karo. Daging panggang cita rasa tinggi dengan ciri khasnya adalah gota (saus berbahan dasar darah),  rasa pedas dan getir dari andaliman. Babi Panggang Karo sangat populer di kota Medan.

Babi Panggang Toba

Babi Panggang Toba atau Natinutungan adalah masakan khas populer dari tanah Toba. Daging panggang cita rasa tinggi dengan ciri khasnya adalah sambal rasa pedas dan getir dari andaliman namun tanpa campuran darah.

Saksang

Saksang adalah masakan khas populer dari tanah Toba. Bahan dasar daging cincang yang dimasak dengan bumbu khas cita rasa pedas dan getir dari andaliman. Ada 2 jenis Saksang yakni Namargota (campuran darah) dan Nasomargota (tanpa campuran darah).

Tanggo tanggo

Tanggo tanggo adalah masakan khas populer dari tanah Toba. Bahan dasar daging potong dimasak dalam 2 versi masakan yakni: Tanggo tanggo Arsik dan Tanggo Goreng.

Jus MARTABE

Jus MARTABE adalah jus buah segar bahan dasar buah Tiung (terong Belanda) pilihan dan Makisa yang diolah secara higienis, tanpa bahan pengawet dan disajikan langsung.

Rindu masakahn khas bercita rasa tinggi ? Datang saja ke

NATABOI Kuliner Resep Warisan Leluhur

Jl. Lingkar Palem Semi, Ruko CBD No 22 (Depan Giant) Palem Semi Karawaci-Tangerang.

HP 085211990551, 08129052462
Buka setiap hari pkl 09.30 – 21.30 Wib.
https://goo.gl/maps/mMvnkJtydcq

#kulinerbatak

Salam hangat

St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A.Hitado Managam Sitorus).

Berdasarkan Tap MPR no. I/MPR/2003, 36 butir pedoman pengamalan Pancasila telah diganti menjadi 45 butir butir Pancasila. Sayangnya sepertinya belum ada kebijakan pemerintah untuk memasukkanya ke dalam kurikulum pendidikan ataupun program doktrinasi lewat media. Zaman saya sewaktu masih SD dan SMP, hampir semua murid harus hafal 36 butir butir Pancasila dan setiap malam disuguhkan kebanggaan pada Garuda Pancasila lewat layar kaca.

Prinsip dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Pancasila yang mengakomodir dan (harusnya) juga bersifat memaksa sebagai pandangan hidup semua orang yang mengaku Bangsa  Indonesia. Dan menjadi sifat dasar bagi semua rakyat Indonesia dalam bermasyarakat dengan mengamalkan butir butir Pancasila.

Berikut ini 45 butir butir Pancasila yang baru sesuai dengan Tap MPR no. I/MPR/2003.

Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab

  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Sila ketiga: Persatuan Indonesia

  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaran / perwakilan

  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial

Dirangkum dari berbagai sumber dan diposting dari

NATABOI Kuliner Resep Warisan Leluhur
Jl. Lingkar Palem Semi, Ruko CBD No 22 (Depan Giant) Palem Semi Karawaci-Tangerang.
HP 085211990551, 08129052462
Buka setiap hari pukul 09.30-21.30 Wib
https://goo.gl/maps/mMvnkJtydcq

Salam hormat

Sampe Sitorus

Pertanyaan

Di pesta Unjuk adat Batak Toba sai parjolo do dipasahat Ulos Pansamot ipe asa ulos hela, hape na binereng di adat Batak Simalungun sai parjolo do dipasahat nasida Ulos Hela ipe asa Ulos Pansamot. Dia do sasintongna na tingkos jala boasa songon i ?

Jawaban

Mangalusi sunghun sunghun i laos pinaandar ma hatorangan namarpardomuan tu ulos sipasahaton ni Parboru diulaon parunjuhan (pesta unjuk).

Ulos Hela najolo digoari do on Ulos Sampetua, ima ulos napinasahat ni natoras (pangintubu) ni boru tu boru dohot helana ditingki parunjuhan paboahon naung ditolopi parboru parsaripeon nasida i. (Tanda sah naung dijangkon nasida helana i – sebagai akte tanda sah menikah sesuai adat Batak).

Ulos Pansamot lapatanna ali/balen ni sinamot. Molo godang sinamot boi ma paranak mangido Ulos Pansamot saguru tinodo ni rohana.

Aut sura maiturun/mangalua sian dos ni roha ni Parboru dohot Paranak jala ndang pola adat nabalga, boi do holan boru dohot hela diulosi. Marlapatan boi do ndang mangalean Ulos Pansamot parboru ala ndang manggarar sinamot paranak.

Molo MARTINASAK (ADAT NA GOK) jala dialaman ni parboru pesta (Ulaon Dialap Jual), horbo parjuhut jala lombu singkat ni dengke, sian horbo ma jambar ni Parboru jala sian lombu ma jambar ni Paranak, ingkon jumolo ma pasahaton ULOS PANSAMOT ai nunga jumolo dipasahat SINAMOT himpal. Mangihuthon sian i ma gabe dihasomalhon angka natuatua sijolojolo tubu ma jumolo pasahat Ulos Pansamot sian Ulos Sampe Tua (Ulos Hela nuaeng on didok).

Panuturion ni natuatua sasintongna tarsongon on ma parsahat ni ulos:

  1. Molo Ulaon Ditaruhon Jual (Paranak bolahan amak), jumolo do pasahaton ni Parboru Ulos Sampetua (Ulos Hela) i pe asa diuduti Ulos Pansamot.
  2. Molo Ulaon Dialap Jual (Parboru suhut Naniambangan), jumolo ma Ulos Pansamot ipe asa diuduti Ulos Sampetua (Ulos Hela). Jala ido umbahen digoari parboru suhut Naniambangan.

Catatan: Nuaeng on rumang ni ulaon Ditaruhon Jual do, alai sai adong dope namandok Parboru suhut Naniambangan. Ndang tingkos pandohan i. Suhut Naniambangan Parboru molo ulaon parunjuhan i dialaman nasida (Parboru “Bolahan amak”).

Najolo tarlumobi di Toba Uluan, sai Paranak do bolahan amak, jala sada hailaon do di Paranak molo pesta unjuk di huta ni Parboru. Laos boha pe pogos ni Paranak, laos boha pe mora ni Parboru sai umsangapan do dirajumi molo Pesta Unjuk di huta ni Paranak.

Najolo ninna ia ulos siparadeon ni Parboru ima nadigoari ulos “si tot ni pansa “ ima:

  1. Ulos Sampetua (Ulos Hela).
  2. Ulos Pansamot dohot Ulos Pargomgom.  Ulos Pargomgom ima dipudian niari sihadangon ni inanta i diangka ulaon namangihut. Sian i ma botoon ni halak naung adong ianakhonna naung hot ripe.

Di napasahat Ulos Pansamot dohot Pargomgom Parboru tu Paranak tangkas do pulik jala ondol hatana. Isarana molo tu ama asa margogo nasida mangalului pansamotan laho marmudu-mudu Hela dohot Parumaenna (pintor boi dipajae). Isarana molo tu ina asa digonggom Parumaenna gabe Ina siboan las ni roha dohot dame ibana ditonga-tonga ni horong ni paranak. Nang pe 2 bulung ulos napinasahat ni Parboru I, alai dietong 1 bulung do i ai sada do goarna ima Ulos Pansamot Ulos Pargonggom.

  1. Ulos Pamarai dipasahat tu Pangabarai (Nadohot manuhuk) nadokdok somalna Haha/Anggi ni Paranak tangkas (Amangtua/amanguda ni Pangoli).
  2. Ulos Simanggokhon dipasahat tu namanggohi pangidoan ni Parboru. Ninna najolo molo “alot panghataion tariongot tu sinamot”, didok horongni Parboru ma: Tole ma pos do roha nami nagohan ni berenami on pangidoannami i. Somalna Simanggokhon on ma na mangelekhon pasahathon sadia godang ma sinamot naboi pasahaton nasida.

Dihorong ni Parboru pe adong ma nadigoari Simolohon ima namangolohon elek-elek pangidoan ni Paranak. Ninna didok inong ni Pangoli ima tu Simolohon, Among ndang paurahonmu au namborum dihaposonhi, olohon damang ma elek-elek nami i among. Molo nunga digabehon simolohon nunga simpul marhata sinamot.

Taringot tu Ulos Sihunti Ampang ima Ulos Tutup Ampang, sasintongna dipasahat  ulos i holan molo rumang ni ulaon i Dialap Jual.  Molo Ulaon Ditaruhon Jual, ndang pasahaton ni Parboru Ulos Sihunti Ampang.

Molo tung adong pe ulos imbar ni si tot ni pansa i (isarana molo di Parsadaan Raja Sitorus Dohot Boruna Se JABODETABEK godang ni ulos sijaloon/sipasahathon ima 11 bulung), imbar ni na 5 bulung i digoari ma i ragi-ragi ni sinamot.

Hombar tu panuturion ni natuatua panuturi i, adat na masa di donganta halak Simalungun do na hot (tingkos) ai goarna pe Pesta Parunjuhan, sintuhu ni ulaon i ma na hot ripe anak ni paranak dohot boru ni parboru. Tanda naung hot ripe nasida diadat Batak ba diampehon Parboru ma Ulos Sampe Tua (ima nadigoari nuaeng on Ulos Hela) tu boru dohot helana. Ndung ampe Ulos Hela tontu natoras ni pangoli i ulosan ni Parboru ma dohot tangiang pangidoan tu Tuhan i asa margogo Paranak mansamoti ripe naimbaru i. Mansamoti marlapatan do i manogu, pajaehon laos mamodai asa hot jala togu parsaripeon ni anak dohot parumaen i.

Songon tudos tudos tarhira dos ma molo marujung sahalak naung hot ripe sai parjolo do dipasahat Ulos Saput sian Ulos Tujung. Boasa ? Ala Ulos Saput i do napatuduhon na adong naung onding sian tongatonga ni hasuhuton. Ndung i pe tontu adongma namabalu, pasahathon ma Ulos Tujung.

Tarsongon i ma filosopi dohot makna ni pasahat Ulos Sampe Tua (Ulos Hela) dohot Ulos Pansamot. Molo pe nuaeng di hita halak Batak Toba ndang apala songon i be taulahon ba sipareakhan ma i.

Songon i ma na boi pinaandar ditonga tonganta, botima.   

Tabe mardongan olop olop, pinaandar sian

NATABOI Kuliner Resep Warisan Leluhur

Jl. Lingkar Palem Semi, Ruko CBD No 22 (Depan Giant) Palem Semi Karawaci-Tangerang. HP 085211990551, 08129052462
Buka setiap hari pkl 09.30 – 21.30 Wib.
https://goo.gl/maps/mMvnkJtydcq
Akses tol keluar gerbang tol Karawaci, mudah dijangkau dari segala penjuruNATABOI Kuliner Resep Warisan Leluhur

St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A.Hitado Managam Sitorus)

 

Panuturi:

  • Tulang Bonar Siahaan (Op.Titang Siahaan)
  • Angka natua tua panuturi.

Di grup Facebook Partungkoan, adong sunghun sunghun sian dongan sapartungkoan amang Ruhut Hartono Sinaga :

Horas amang… Martukkar pikkiran ake…. Dia do bedana Pamakkean Ulos di Siamun dohot Dihambirang mauliate.

https://www.facebook.com/groups/1683519571867516/

Hombar tu sunghun sunghun i di son pinaandar ma pangantusionhu marhite naniadopan jala dituturi natuatua :

St. Sampe Sitorus /br Sitanggang (A. Hitado Managam Sitorus)

St. Sampe Sitorus /br Sitanggang (A. Hitado Managam Sitorus)

Disada tingki hea ma au ro mangadopi gonghon ulaon Pesta Unjuk, haroronghu aleale ni paranak. Huhasomalhon do manang tudia au laho ingkon do tamba parbinotoan.

Topet hatiha i andorang so masuk tu gedung huida sian suhut parboru manghadang ulos diabarana parhambirang. Ala huida sahalak ama natuatua jonok tu ingananhu jongjong antar hupagogo soaranghu mandok: “Ai songon na so somal do niida hasuhuton di Pesta Unjuk manghadang ulos dihambirang” ninghu. Pintor mardalan natuatua i mandapothon amanta namanghadang ulos dihambirang i laos dipadenggan natuatua i gabe disiamun ulos i. Ndung i didapothon au jala didok: mauliate amang, ai marga aha hamu tahe ? Ninna. Hualusi Sitorus amang.
Didok natuatua i, poso dope hamu alai tung tangkas do diparrohahon hamu angka ruhut-ruhut paradaton i ninna.
Hudok santabi amang au pe parsiajar do jala ala so somal do huida asa pola hudok songon i jala huida pardompahan ni amang tongam jala pos rohanghu na tuturan ni amang hami angka sundut naumposo. Mengkel amang i huhut dipatorang ma songon on:
Ia ulos somalna dihadang di abara parsiamun. Molo pola dihadang di abara parhambirang napatuduhon na tung dokdok do parungkilan/sitaonon ni namanghadang ulos i siala namasa niadopanna. Isarana molo tilahaon manang mate purpur rodi mate punu, ndang sala molo dihambirang dihadang ulosna. Sandok diulaon habot ni roha na tung mansai dokdok do masa manghadang ulos dihambirang, ninna.
Sian panuturion ni natuatua i gabe tamba parbinotoanhu.

Nian somal do ra tabege jala taparrohahon halak mandok asa di abara parsiamun ulos dihadang, alai ndang hea dope napatoranghon boasa songon i.

Laos ima nahupaandar di partungkoan on. Alani i molo tabereng halak manghadang ulos di abarana parhambirang hape ndang ulaon habot ni roha nadokdok, denggan ma tapaingot asa dihadang ulosna i diabarana parsiamun.

Ambal ni hata molo naeng marulaon hamu, unang lupa manuhor tigatiganami on ate.

Sedulur Fresh Juice

Sedulur Fresh Juice (aneka jus buah segar tanpa bahan pengawet)

Tabe mardongan olop-olop

St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A.Hitado Managam Sitorus).

Paniaran, isarana Paniaran ni Sitorus, mandok nialap ni marga Sitorus. Boasa didok paniaran?

Paniaran = isteri, wanita yang melahirkan anak bagi marga tersebut. Asal kata “siar” yang artinya masuk, hinggap/berdiam di. Sehingga paniaran berarti wanita yang melahirkan anak bagi marga tersebut dan berdiam di marga tersebut.

Ninna najolo didok Paniaran molo nunga tubu anak(baoa) sian bortianna. Laos domu tusi na boi mandohoti Tortor ni Paniaran holan angka inanta ni marga hasuhuton naung marindang anak(baoa) do. Molo holan boru dope ianakhonna ndang talup dope i dohot Manortor Paniaran, panondur(penonton) dope nasida.

Najolo molo holan boru do ianakhonna masa do disiranghon, dipaulak. Alai molo nunga manubuhon anak ndang masa maniranghon (tidak ada alasan menceraikan), jala “sah” ma inanta i gabe paniaran (masuk kelompok istri marga tersebut).
Ido asa adong hata molo ndang tangkas dope ditanda isara pajumpa diluat nadao, ai ise tahe nasida ? Paniaranta do i nialap ni amani adui.

Napinaadar diginjang i ma pangantusion najolo, molo sinuaeng on ala nunga ta jalo barita nauli jala tangkas tajalo holong na sian TUHAN  marhite AnakNa Jesus Kristus, margogo ma hita mangulahon holong, laos holong i ma mangarahut jala manghophop saluhutna. Tarajumi ma sandok dongan saripenta nunga paniaranta i (begitu kita dipersatukan dalam ikatan pernikahan kudus, maka istri tersebut sah menjadi paniaran kita).

Tabe mardongan olop olop.

St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A.Hitado Managam Sitorus)

Molo marujung ngolu sahalak natuatua, somal dipatupa do Sijagaron. Sian angka raja ni duhut duhut i boi ma tarida hagabeon ni natuatua namarujung ngolu i.

Molo adong disi ranting dohot bulung ni hariara rap dohot baringin, botoonta ma naung marpahompu sian anak dohot marpahompu sian boru natuatua namarujung ngolu i. Alai molo holan hariara dope na tarida di sijagaron i, marlapatan ma i holan marpahompu sian anak dope, baliksa molo holan baringin do marlapatan ma i holan marpahompu sian boru dope namonding i.

Taringot tu sijagaron, nunga apala tangkas digurathon amanta Monang Naipospos diblog nasida :  https://tanobatak.wordpress.com/2009/02/19/sijagaron/

Asa tangkas taboto imbar ni Hariara maradophon Baringin, di son pinaandar gombarna. Tung mansai maol do laho mandapot gombar ni Hariara on, pola do pinangido pangurupion sian angka sisolhot di bona pasogit alai ndang na marna dapot. Ndung pe ni pangido pangurupion sian lae amang Pdt. Rickson Liranto Nainggolan na manghobasi di huria HKBP Ressort Ambarita, ipe asa adong gombar on. Ipe loja do lae i laho mangalului alana ndang piga hariara di Samosir. Mauliate ma diharadeon nasida.

15203385_1206031449451495_7934305674386933543_n

Bona ni hariara, gombar on bona ni hariara di Ambarita na digombar lae amang Pdt. Rickson Liranto Nainggolan hombar tu pangidoanhu.

15171284_1206031799451460_4282244753368009490_n

On ma tangkas na bulung ni hariara

15134735_1206031882784785_6326282582803276882_n

Adong do pigapiga umpasa na pinungka ni ompunta sijolojolo tubu taringot tu hagabeon marharoroan sian Hariarara.

Hariara bonana,hariara rantingna,rugun bulungna.
Gabe ma hahana, gabe anggina torop dohot boruna.

 

Asa hariara ma bonana, hariara nang bulungna.
Gabe jala horas hula-hulana, songoni nang boruna

 

Songoni do tong adong do pigapiga umpasa na pinungka ni ompunta sijolojolo tubu na marharoroan sian Baringin.

Martantan ma baringin, Mardangka hariara.
Horasma tondi madingin, Matangkang ma manjuara.
baringin

Baringin di alun-alun Jogjakarta

beringin

20161202_142708

Pohon beringin di lokasi parkir karyawan  PT. Multi Bintang Indonesia.Tbk –  Tangerang

Najolo ninna molo manortor angka namarbaju jala ro angka dolidoli sian horong ni paribanna (anak ni pamoruonni huta na patupa ulaon i), molo nunga lomo roha ni si doli jala ditodo rohana siboruadi gabe dongan saripena dibaringini ma siboruadi.

Disolothon ma bulung ni baringin tu samara (obuk na nidandan – nuaeng on didok sasak).

Molo nunga di baringini siboruadi pintor udutan ni natuatua nama angka nahombar tu pardongansaripeon ni ianakhon.

Tarsongon i ma jolo na boi pinaandar taringot tu Hariara dohot Baringin.

Tabe mardongan olop olop.

St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A. Hitado Managam Sitorus).

Mansai torop do angka dongan mandok nunga anak ni hambing ni marga ………… hami ninna.

Laos tarihut ma au manghatahon naung anak ni hambing ni Sirait hami siala mansundut-sundut ompung na pomparhon hami boru Sirait.

Tarombo Op.Sahala Paianon Sitorus

Tarombo Op.Sahala Paianon Sitorus

Alai ro ma sunghunsunghun dibagasan rohanghu boasa didok anak ni hambing ?

Nisunghun tu pigapiga halak dongan, ndang boi dipatorang nasida. Suang songon i angka natumua pe ndang boi patoranghon. Huingot ma natuatua i Ompu Tumitang Siahaaan (Bonar Siahaan), sahalak natuatua na marhuta di Balige. Ala ni hamajuon si nuaeng on mardongan hami di Facebook, jala sai hupaihut ihut do angka panuturion ni natuatua on na digurathon angka piga piga halak panggurat di surat kabar manang di blog internet. Taronjar rohanghu mangido panuturion tu natuatua i, ala tangkas binoto na rade do natuatua i gabe panuturi diangka sundut naumposo.

Hugurithon ma sunghun sunghun di wall Facebook ni natuatua i, laos migor dialusi. Tung mansai las rohanghu diharadeon nasida mangalehon panuturion, tarsongon on ma didok :

Mansai torop do angka dongan manghatahon “anak ni hambingna” pomparan ni boruna molo dung adong 2 manang 3 x boruna tu saompu. Tinangkasan tu sijolo-jolo tubu ndang anak ni hambing, pomparan ni hambing-hambingna do. Boasa didok hambing-hambing? Molo tabereng ombun marlampis-lampis di langit didok ma marhambing hambing ombun i marlapatan marlampislampis ombun.

Sian hata marlampislampis do pandohan marhambing hambing….dung marhambing hambing(marlampislampis) gabe didokma anak ni hambingna, hape naeng mandok pomparan ni boruna naung marhambinghambing do. Songonima saotik hatorangan sian ahu taringot tu anak ni hambing.

Mangihuthon panuturion i, sasintongna Parianakhon (Tulang) i do na talup mandokhon “pomparan ni hambinghambingna” tu ianakhonna. Isarana songon namasa tu hami, Tulang Raja Sirait do na talup mandok hami “pomparan ni hambinghambingna”. Alana nunga mulak ulak ompu nami mangalap boru Sirait, tarlumobi ma i boru Sirait sian Lumban Baringin (nuaeng on masuk kecamatan Bonatua Lunasi) dohot boru Sirait sian Lumban Gadu (jonok Siraituruk kecamatan Porsea). Nda tung hami hape namanghatahon anak ni hambing ni Sirait hami.

Ambal ni hata atik tung adong na naeng marulaon asa tamba las ni roha ni angka naniontang denggan ma diparade hasuhuton jus buah segar.

Fresh Juice Pesta 5500cup-seal-ukuran-14-12-10-oz

Tabe mardongan olop-olop.

St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A. Hitado Managam Sitorus)

Medang Lestari B3/K11-Tangerang Banten 08129052462

%d bloggers like this: