Feeds:
Posts
Comments

Archive for July 8th, 2010

Seseorang mampir ke partungkoan Raja Mandidang ini dan mencari tahu perihal judul diatas (kenapa ketika ditanya Hula-hula tentang partording ni tudu-tudu ni sipanganon naung pinasahat ni parboruonna umumnya di jawab surung-surung mu do i rajanami).

Penasaran tidak menemukan tulisan yang membahas hal tersebut, yg bersangkutan kirim email minta di jelaskan. Jujur… ini pertanyaan yg sulit untuk dijawab. Oleh karenanya saya memutuskan untuk memposting tulisan ini sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut, semoga memenuhi harapannya.

Namun ada baiknya terlebih dahulu dibaca tulisan kami tentang jambar dan tudu-tudu sipanganon, berikut link nya:

https://sitorusdori.wordpress.com/2009/05/13/pangantusion-tu-jambar/

https://sitorusdori.wordpress.com/2009/05/24/tudu-tudu-sipanganon/

Setelah membacanya, dapat kita simpulkan bahwa sesungguhnya tudu-tudu sipanganon bukanlah serta merta menjadi surung-surung ni hula-hula, karena pada dasarnya tidak semua bagian dari tudu-tudu ni sipanganon itu menjadi hak/milik kepunyaaan hula-hula. Ada pihak lain yang berhak mendapatkan bagian yakni Tulang, Tulang Rorobot, Pariban, Boru, Dongan Sahuta/Ale-ale dan khusus ulaoan diluar pesta unjuk maka umumnya ihur-ihur menjadi hak milik hasuhuton paranak (yang punya hajat) bersama dengan dongan tubunya.

Lha kalau demikian adanya kenapa sering kita dengar Pande Hata hasuhuton paranak misalnya ulaon Pabosurhon dan Tardidi mengatakan Surung-surung ni hamu do i Rajanami ? (more…)

Read Full Post »

%d bloggers like this: