Feeds:
Posts
Comments

Archive for May 22nd, 2011

Seorang teman mengajukan pertanyaan diatas (judul postingan) ini kepada saya. Jujur saya kaget mendengar pertanyaan tersebut, akhirnya saya jawab bahwa setahu saya tidak ada tarif Raja Parhata (emangnya ongkos naik pesawat terbang pakai tarif segala ?).

Rupanya dia masih penasaran dan sangat serius dengan pertanyaannya tersebut karena yang dia dengar bayaran seorang Raja Parhata setidaknya berkisar di Rp. 400.000,- s/d Rp. 500.000,- bahkan lebih pada acara Pesta Unjuk dan untuk ulaon Patua Hata & Marhusip serta ulaon sejenis berkisar Rp. 300.000,- s/d Rp. 400.000,- . Memang ungkapan seperti itu pernah juga saya dengar, namun selama ini hal tersebut saya anggap sebatas berseloroh. Apa mau dikata mungkin yang berkembang dimasyarakat (halak hita) itu bukanlah seloroh tapi seolah-olah sudah menjadi “pegangan” dan hal itulah mungkin yang membuat teman saya tersebut dengan “berani dan yakinnya” mengajukan pertanyaaan tersebut kepada saya. Saya khawatir hal itulah yang membuat ada pandangan “miring” terhadap Raja Parhata bahwa seolah-olah sudah ada tarif¬† dan mangida bohi (pilih kasih/lihat dulu siapa hasuhutonnya).

Catering Service 1Jujur saja sebagai parsiajar (sedang belajar) saya juga mengamati banyak hal termasuk “jalang-jalang songon upa ni loja” sian hasuhuton. Saya bersyukur atas apa yang pernah “dijalangkon” hasuhuton kepada saya (maaf tidak etis saya menyebut angkanya namun tidaklah sebesar angka diatas). Disisi lain saya juga mendengar suka duka dari beberapa senior termasuk diantaranya terkadang amplop “jalang-jalang upa loja” yang mereka terima setelah dibuka di rumah maaf hanya berisi Rp. 20.000,-.¬† Bahkan yang lebih tragis beberapa kali mereka alami hasuhuton tidak “manjalang” nasida. Hal terakhir ini juga sudah saya alami pribadi ketika beberapa waktu lalu manguluhon patua hata & marhusip.

Tujuan tulisan ini bukanlah untuk membela korps Raja Parhata, namun sebagai seorang parsiajar saya mau berbagi yang saya ketahui agar para pembaca juga tahu bahwa pada dasarnya tidak ada itu tarif Raja Parhata. Jika hasuhuton memberikan “jalang-jalang upa loja” saya rasa hal tersebut adalah sesuatu yang wajar, songon nidok ni natua tua:

Molo sinuan gadong di songgopi ambaroba
Molo niula siulaon, ingkon marlaba do naloja.
Jadi…. adalah wajar bila Raja Parhata diberi upa loja, perihal besar kecilnya tentu hasuhutonlah yang menyesuaikan dengan kemampuannya.

IMG_0803

Saya sangat yakin bahwa tidak ada tarif Raja Parhata.

Ise do manontuhon ise na gabe Raja Parhata dohot Protokol ?

Hasuhuton do manodo ise na gabe Raja Parhata dohot Protokol diulaon nasida. Tontu mangihuthon hasomalon di marga i. Molo dihami Sitorus tarsongon on ma partordingna:raja-parhata-dohot-protokolMolo ndang dope diririt hasuhuton ise na gabe Raja Parhata dohot Protokol, denggan ma dipasahat tu Katua Parompuon (Pengurus Punguan Parompuon) asa nasida ma napasahathon tu Pengurus Parsadaan asa diaturhon na laho manghobasi ulaon i.

Mangihuthon na pinaandar diginjang i, boima botoonta ia au namargoar St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A. Hitado Managam) boi gabe Raja Parhata molo hasuhuton pomparan ni ompunta Raja Boltok, boi gabe Protokol molo hasuhuton pomparan ni ompunta Raja Dori.

Semoga sharing ini menambah pemahaman kita bersama, kenapa Raja Parhata dan Protokol umumunya diberi upa loja.

Tabe mardongan tangiang.

St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A. Hitado Managam Sitorus)

Medang Lestari – Tangerang, Banten

Read Full Post »

%d bloggers like this: