Feeds:
Posts
Comments

Archive for September 16th, 2018

Prasmanan atau buffet (baca: buffé) merupakan cara penyajian makanan dalam pesta maupun restoran pada beberapa meja panjang sehingga kita dapat mengambil sendiri makanan yang diinginkan.

Penyajian ini tentu lebih praktis, ketimbang harus dilayani oleh pelayan.
Namun seringkali masih ada orang yang tidak dapat menjaga sikapnya sehingga menggangu kenyamanan orang lain.

Dalam beberapa kesempatan menghadiri Pesta Unjuk (Pesta Penikahan) orang Batak, saya sengaja makan di tempat undangan umum (tamu nasional), kesempatan itu saya pergunakan untuk memperhatikan perilaku orang saat mengambil makanan yang disajikan secara prasmanan. Sejumlah orang terlihat mengambil makanan dengan kasar, bahkan membuat orang lain merasa tidak selera makan lagi.

_20180912_224341Menyadari hal itu, maka sebagai pengusaha catering berikut ini saya bagikan Etiket/Aturan makan prasmanan agar tidak bikin malu.

1. Pertama, berkelilinglah terlebih dahulu untuk melihat jenis makanan yang disajikan, agar kita bisa memilih makanan yang akan diambil.

2. Jangan menyerobot antrean walau orang di depan kita terlihat masih ragu dengan pilihannya. (Nah budaya antri perlu kita tingkatkan).

Jika kita masih ragu ingin mengambil makanan yang mana, jangan masuk antrean dulu. Lebih baik tentukan dulu pilihan, baru ikut antrean.

3. Jangan menyentuh makanan yang disajikan dengan jari seolah ingin mencicipi. INI SANGAT PANTANG.

4. Saat mengambil makanan, Anda ingin batuk atau bersin jauhkan tubuh Anda dari meja saji makanan.

5. Ambillah makanan secukupnya sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Jangan langsung memenuhi piring Anda. Jika masih lapar, Anda bisa mengambilnya lagi.
Jangan lapar mata ! Masih ingatkah tulisan saya sebelumnya mengenai lapar mata ?
https://sitorusdori.wordpress.com/2018/09/16/lapar-mata/

6. Jangan desak orang lain di depan kita ketika ia pun sedang mengambil makanan. Berikan ia ruang untuk mengambil makanan dengan leluasa.

7. Tawarkan bantuan untuk mereka yang kesulitan untuk memegang piring sekaligus mengambil minuman.

8. Utamakan anak-anak sudah menerima makanan terlebih dahulu, sebelum kita.

9. Makanlah makanan ketika Anda sudah sampai di tempat duduk atau mengambil posisi berdiri jauh dari meja prasmanan. Jangan makan sambil berjalan atau makan disekitar meja prasmanan (membuat tidak nyaman orang lain).

10. Jika Anda membawa anak, anda bertanggung jawab jangan sampai anak anda mengganggu kenyamanan orang lain saat makan.

11. Selesai makan letakkanlah peralatan bekas makan anda ke tempat yang telah disediakan oleh pihak catering.

Selamat menikmati sajian yang disediakan tuan rumah.

Dirangkum dari berbagai sumber oleh St. Sampe Sitorus, diantaranya:
1.http://intisari.grid.id/read/0392242/jangan-sampai-bikin-malu-makan-prasmanan-atau-buffet-itu-ada-etiketnya
2. Pelajaran Table Manner.

Read Full Post »

LAPAR MATA

_20180912_224341Dalam beberapa pesta saya melihat sejumlah orang sibuk mengambil hampir semua jenis makanan yang disajikan hingga piringnya menggunung, cilakanya orang lain tidak kebagian makanan yang sama.

Namun tahukah anda dalam sekejap mereka meninggalkan makanan tersebut di piring. Hal itu disebabkan sesungguhnya mereka tidak lapar makanan namun lapar mata.

Kurang enakkah makanannya ? Atau tidak cocok dilidah ? Belum tentu !
Apapun alasannya tindakan itu tetap salah.

Melihat sisa makanan di piring membuat saya teringat petuah almarhum bapak dan ibu. Dari kecil kami diajarkan bahwa tidak boleh 1 butir pun nasi termasuk sayur maupun lauk tersisa di piring bekas makan.
Menurut mereka, bila makanan bersisa maka andaikan bisa bicara, makanan itu akan menangis. Disisi lain bukankah makanan yang kita ambil itu telah kita doakan dan TUHAN berkati ?
Lantas bila bersisa dan terbuang ke tempat sampah bukankah kita membuang berkat TUHAN. Jika TUHAN melihat hal itu dan bertindak seperti manusia, tentu saja berikutnya Dia tidak akan memberkati makanan yang kita doakan (percuma diberkati toh nanti dibuang).

IMG_20180902_091717Ajaran itu saya teruskan kepada putra/i kami. Mereka kami ajarkan untuk ambil sedikit dulu dan bertanggungjawab menghabiskan apa yang sudah diambil. Bila merasa kurang boleh tambah dan pastikan tidak bersisa.

Hidup adalah pilihan, bila kita telah memilih ambil makanan maka konsekuensinya kita harus menikmatinya hingga tidak bersisa.

Mungkin ada diantara kita yang merasa toh itu sudah dibayar, atau makanan itu dihidangkan cuma-cuma buat oleh tuan rumah bagi tamunya. Tetapi ingatlah, di balik makanan sisa itu ada jerih payah dan tetesan keringat para petani.

Berbulan-bulan para petani mengolah pertaniannya agar panennya berhasil. Para petani harus menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit. Terkadang mereka berkirim doa khusus agar panennya tak gagal. Terkena terik matahari, mandi keringat dan kehujanan adalah hal yang biasa mereka nikmati demi hasil panen yang baik.

Betapa teganya kita menyisakan makanan tanpa beban sedikitpun di dalam pikiran dan hati kita.

Ingatlah diluar sana banyak orang yang kesulitan untuk makan. Puluhan juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan masih sangat rentan kekurangan gizi.

Beberapa suap nasi bagi mereka sangat berarti. Begitu tegakah Anda menyisakan makanan dengan percuma?

Ayo berubah oleh pembaharuan budi.

Salam NATABOI
Lapo dan Catering

#cateringjabodetabek
#cateringadat
#terjangkauprofessional

Read Full Post »

%d bloggers like this: