Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Berita Terkini Punguan’ Category

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! (Mazmur 133:1)

Ida ma, dengganna i dohot sonangna i, molo tung pungu sahundulan angka na marhahamaranggi (Psalmen 133:1)

Marsipatangkasan Tarombo

Keterangan foto (kiri ke kanan): Robinson Sitorus(A.Martin), St. Biller Sitorus(A.Alex), Pahotan Sitorus(A.Vinsen), Pangihutan Sitorus(pomparan Op. Sohuturon), St. Sampe Sitorus(A.Hitado Managam)

Berawal dari postingan administrator (St. Sampe Sitorus) perihal Tarombo Raja Mandidang (lebih spesifik ke pomparan Pangalahat), dimana penulis menuliskan bahwa pomparan Op. Sohuturon tidak diketahui keberadaannya (sejauh yang diketahui penulis) dan akhirnya mendapat tanggapan dari beberapa pomparan Raja Mandidang lainnya, maka penulis dan Pangihutan Sitorus (pomparan Op.Sohuturon) akhirnya melakukan klarifikasi via telpon.

Pada prinsipnya baik penulis maupun pomparan Op. Sohuturon dapat memaklumi hal tersebut dan untuk itulah akhirnya disepakati melakukan revisi atas postingan tersebut. Baik penulis maupun abang Pangihutan Sitorus (pomparan Op. Sohuturon) menyadari pentingnya untuk tatap muka, untuk itu perlu diupayakan pertemuan. Suatu niatan yang baik tentunya.

Sebagai orang beriman kita harus yakini bahwa niat  baik yang dilandasi “holong” pasti akan dapat terwujud. Haleluya, Puji Tuhan, akhirnya peluang untuk tatap muka tersebut terbuka ketika pada hari Kamis 20 Januari 2011 abang Pangihutan memberi kabar bahwa pada Minggu 23 Januari 2011 dia akan berada di Jakarta (daerah Blok M) untuk urusan dinas dan berkeinginan untuk bertemu dengan Pompran Raja Mandidang Sitorus yang ada di Jabodetabek . Berhubung  pada hari Minggu tersebut Punguan Pomparan Raja Mandidang arisan perdana dirumah Welly Storus/br Simatupang(A.Oliver), maka sekalian kami undang dia hadir disana pukul 14.00 Wib agar bisa bertemu dengan pomparan Raja Mandidang se Jabodetabek. Tiba hari yang telah disepakati ternyata pesawat yang membawanya delay sehingga tidak memungkinkan untuk datang ke Bekasi.

Sekali lagi jika niat baik tentu ada jalan keluar, maka disepakati untuk mengadakan pertemuan pukul 18.00 Wib di Slipi (Jakarta Barat) di kediaman Robinson Sitorus/br Sijabat (A.Martin). Pukul 17.05 kami pun beranjak dari kediaman A.Oliver menuju Slipi, demikian juga abang Pangihutan dari hotel tempatnya menginap berangkat menuju kediaman A. Martin.

Pertemuan tersebut dihadiri Sampe Sitorus/br Sitanggang (penulis sekaligus Ketua Punguan Raja Mandidang se Jabotabek), Robinson Sitorus/br Sijabat (Penasehat sekaligus tuan rumah), St. Biller Sitorus/br Sijabat dan Pahotan Sitorus/br Marbun.  Pertemuan santai, akrab dan penuh kekeluargaan dan semua yang hadir aktif terlibat dalam pembicaraan khususnya perihal Tarombo. Pada kesempatan tersebut abang Pangihutan Sitorus juga memaparkan upaya yang telah dilakukan oleh Pomparan Raja Mandidang yang berdomisili di Medan dan sekitaranya untuk mencari tinambor ni ompu i Raja Mandidang termasuk kendala yang mereka hadapi (menyangkut klaim dari pomparan Raja Mandidang sendiri yang menyatakan kompleks makam tersebut hanya makam ompung mereka).

Tarombo di gelar di meja, Pangihutan Sitorus memaparkan tentang pomparan Op. Sohuturon

Apa yang dapat kita lakukan ? Marilah kita bersama-sama berdoa agar niat baik ini juga mendapatkan jalan keluar terbaik dan semua pihak saling menguatkan dan tidak bertentangan dengan iman percaya kita sebagai pengikut Kristus.

Note: Tarombo adalah silsilah/garis keturunan

Horas

St. Sampe Sitorus

 

Advertisements

Read Full Post »

Setelah libur bulan Desember untuk persiapan Natal dan Tahun baru, maka kita akan memulai arisan perdana Pomparan Raja Mandidang Sitorus se-Jabodetabek yang akan diaksankan pada:

Hari & Tanggal   : Minggu 23 Januari 2011

Waktu                    : pukul 14. 00Wib (mohon hadir lebih awal)

Tempat                  : kediaman kel. Welly Sitorus/br Simatupang (A. Oliver)

telp 0811182634 (karena di internet alamat lengkap

sengaja tidak ditampilkan.

Mohon saling mengajak satu sama dengan yang lain.

Pir ma tondim jala marsihohot (Josua 1:9)

Tabe mardongan tangiang

St. Sampe Sitorus / br Sitanggang

(Ketua)

Read Full Post »

Akhirnya jumlah pembaca blog ini mencapai angka 20.300 an. Namun yang lebih menggembirakan sesungguhnya adalah bahwa blog ini sudah mulai dibaca banyak khalayak terlebih Pomparan Raja Mandidang Sitorus.

Sesuatu yang patut di syukuri karena hal tersebut menjadi cikal bakal terwujudnya impianku menjadikan blog ini sebagai salah satu wadah/forum komunikasi Pomparan Raja Mandidang Sitorus. Hal ini terbukti dengan mulai berdatangannya tanggapan dari Hahadoli(abang) dan Anggidoli(adik) perihal beberapa tulisanku secara khusus page Tarombo Kami, dan tulisan Mencari  Tinambor (makam) Raja Mandidang Sitorus.

Dengan berjiwa besar saya telah menerima berbagai masukan dan panuturion untuk kemajuan blog ini, termasuk kemudian melakukan revisi atas 2 tulisan sebagaimana saya sebutkan di atas.

Sekali lagi kritik, saran dan masukan yang konstruktif akan saya tampung untuk kemajuan blog ini. Ingat……blog ini kupersembahkan untuk mewariskannya hal-hal yang positif bagi generasi muda Pomparan Raja Mandidang Sitorus.

Gabe jala Horas

St. Sampe Sitorus, SE

 

Read Full Post »

Ada banyak pertanyaan yang datang dari pomparan Raja Mandidang sendiri maupun dari yang beberapa orang lain perihal keberadaan makam (tinambor ni) Raja Mandidang Sitorus.

Beberapa orang pomparan Raja Mandidang (secara khusus yg berdomisili di Medan) berupaya menelusuri keberadaan makam dimaksud. Dari berbagai informasi yang mereka himpun, pada umumnya menyimpulkan di Lumban Tongatonga -Silamosik.

Raja Ijolo (genersia ke 4) mempunyai 3 orang anak (generasi ke 5) yakni:

1. Raja Naohot (Lumban Nabolon)

2. Raja Mandidang (Lumban Tongatonga – info ini sesuai pesan alm ayahku)

3. Badia Raja

Pada generasi ke 8 (lihat tarombo kami) keturunan Raja Mandidang telah tersebar kebebera tempat yakni :

1. O. Sohuturon (Op.Pangalipat di Sihiong -> horong ni Pangihutan Sitorus, Op Mangiran tetap di Lumban Tongatonga)

2. Raja Rumagaja (Keberadaan pinomparnya belum kami ketahui, bila ada pembaca yang mengetahui mohon informasinya)

3. Pangalahat (putranya 2 yakni Paralatan di Lumban Tonga-tonga, Op Tumonggur di Dolok Nagodang).

4. Sortaniaji (Guru Tinanjung, Parik, Pulopulo, Sitoluama).

Konon upaya pencaraian makam ini sudah lama dilakukan, namun sejak dulu sebenarnya telah di yakini keberadaannya di pemakaman Partangisan jalan mau ke gereja antara Lumban Nainggolan dengan Lumban Tor Silamosik. Ketika itu konon masih ada boru natua-tua Nainggolan (termasuk Op Lasti nahihan) yang memberikan  masukan bahwa di yakini makam Op Paralatan dan para leluhurnya berada di tempat yang dimaksud.

Namun apa daya keterangan tersebut kemudian ” dimentahkan” oleh klaim dari salah satu pomparan Raja Mandidang sendiri bahwa kompleks makam tersebut hanya makam ompung mereka (hanya horongnya, bukan ompu parsadaan).

Saya masih ingat ceritera almarhum bapak (Op. Tamado/Op si Lintong) bahwa Amani Budihar par Pulopulo sendiri datang mencari ke daerah Lumban Tongatonga (pemakaman Partangisan dimaksud diatas).

Konon bahkan sudah dibuat kalkulasi biaya untuk membuat tugu di daerah Pulopulo taksiran sederhana minimal sekitar Rp. 60 juta. (informasi ini masih simpang siur).

Saya jadi berpikir daripada nanti menjadi persoalan di kemudian hari keberadaan tugu tersebut, bukankah lebih baik kita buat tugu na mangolu ?.

Tugu namangolu yang saya maksud adalah jika memang kita sanggup mengumpulkan dana sejumlah mininal Rp. 60 juta tersebut, kenapa kita tidak gunakan saja dana tersebut untuk bea siswa bagi pomparan Raja Mandidang ?

Jujur kita akui bahwa sian hajolmaon (populasi) maka pomparan Raja Mandidang masih sangat kecil jumlahnya (otik partubu), demikian juga dari sisi goar (popularitas) pomparan Raja Mandidang belum begitu dikenal orang karena memang belum ada yang tersohor atau menjadi pejabat penting di negeri ini.

Barangkali dengan memberi beasiswa kita mendorong para generasi muda pomparan Raja Mandidang untuk berprestasi sehingga nama Raja Mandidang menjadi harum (sijunjung baringin).

Terlepas dari itu semua, jika ada pembaca yang bisa bantu kami memberi informasi tentang keberadaan makam Raja Mandidang Sitorus, maka dengan senang hati kami akan tampung dan jadikan bahan pertimbangan.

Tuhan sumber segala karunia dan khidmat serta pengetahuan kiranya memberi khidmat kepada kita semua dalam menyikapi hal tersebut.

Note:

Tulisan ini buah pemikiran saya sendiri dan tidak ada tendensi apapun. Saya terbuka untuk kritik, saran dan masukan.

 

St. Sampe Sitorus, SE

 

 

 

Read Full Post »

Telah dipanggil Bapa ke pangkuanNya lae Hulman Gultom /br Sitorus (A. Ferdy).

Berita duka ini sangat mengejutkan karena kami terima tadi pagi sekitar pukul 07.30 dari Pahotan Sitorus/br Marbun (A. Vinsen). Katanya lae Gultom wafat sekitar pukul 06.30 wib padahal tadi pagi masih sehat bahkan masih pergi ke pasar (keluarga ini berjualan ikan asin di pasar) pulang dari pasar istirahat dan ternyata pada saat itulah dia dipanggil Tuhan.

Kami pomparan Raja Mandidang se JABODETABEK tersentak dan rasanya tidak percaya mendapat berita tersebut. Seyogyanya kami akan bertemu dan bersenda gurau besok di arisan Raja Mandidang, terlebih beberapa bulan terakhir ini lae Gultom bekerja di Sulawesi bersama Hotman Sitorus (A.Andreas).

Rasa rindu belum terobati, tapi apa daya hari ini lae sudah menghadap Tuhan, bukan senda gurau yg akan kami dapatkan tapi kepedihan karena harus berpisah bahkan duka cita yang mendalam bagi seluruh pomparan Raja Mandidang.

Arisan saya putuskan untuk di batalkan dan seluruh pomparan Raja Mandidang agar melayat dan besok menghadari ulaon adat dan pemakaman lae Gultom.

Selamat jalan lae, untuk ito dan bere kami Tuhan Jesus sumber penghiburn bagi keluarga.

Read Full Post »

Hari ini Rabu 21 Oktober 2009, seorang pembaca Blog ini meninggalkan pesan “suatu kerinduan” pada halaman Tentang Kami.  Merespon pesannya saya berkeinginan share dengan pembaca yang budiman dan tentunya saya terlebih dahulu mengkonfirmasi dia tentang keinginan tersebut dan OK.

Berikut saya share:

Seorang berenya Sitorus yang bernama Mieke Mariana br Siregar usia 28 tahun, berdomisili di Jabodetabek mempunyai kerinduan untuk bertemu dengan ibu yang telah melahirkannya dan berpisah dengannya sejak usianya belum genap 1 tahun. Dengan kata lain oleh karena sesuatu dan lain hal sudah 27 tahun bere kami ini terpisah dengan ito kami yang bernama MESI SAULINA br SITORUS.  (more…)

Read Full Post »

Di bawah kendali langsung Bupati, Kabupaten Tobasa menghidupkan kembali budaya gotongroyong untuk berbagai kepentingan bersama, kata sebuah laporan, hari ini.

“Gerakan” pertama berlangsung Rabu (29/9) berupa pembukaan jalan sepanjang 1.000 meter dari Desa Silamosik II menuju lokasi penanaman jagung di Desa Silamosik II, Kecamatan Porsea, yang digagas langsung Bupati Drs Monang Sitorus SH MBA dan diikuti sekitar 150 orang termasuk kaum wanita.

Gotongroyong berlangsung 4 jam hingga pukul 13.00 WIB, dan dengan bantuan alat berat berupa 1 unit backhoe mini, jalan sepanjang 1.000 meter dan lebar 3 meter berhasil dibuka. Nilai pekerjaannya ditaksir mencapai Rp10 juta.

Pembukaan jalan ini menjadi penting untuk kelanjutan “gerakan jagungisasi,” yang dicanangkan oleh Bupati sejak 2007, (more…)

Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: