Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Budaya & Adat Batak’ Category

Sebaiknya anda ingat hal ini, bila akan menggelar pesta ingatlah order Sedulur Fresh Juice.

Revisi Harga Cup Seal ukuran-14-12-10-oz

Arti Parmualmualan

Peti jenazah seperti pada gambar dibawah ini disebut PARMUALMUALAN  atau di sebagian daerah di bona pasogit (kampung halaman) dikenal sebagai ABAL-ABAL yang akan menjadi rumah abadi pemiliknya apabila kelak yang bersangkutan meninggal dunia. PARMUALMUALAN  adalah peti jenazah yang telah dipersiapkan seseorang saat dia masih hidup, oleh karenanya layak disebut jabu napinauli ni tanganna (rumah yang dibangunnya). Berbeda dengan peti jenazah yang dipesan setelah seseorang meninggal dunia,  yang biasanya orang Batak menyebutnya sebagai jabu nasopinauli ni tanganna (rumah yang bukan dibangun olehnya).

Parmualmualan biasanya dipersiapkan bagi seseorang jauh hari sebelum dia meninggal dunia yakni mereka yang sudah cukup tua dan terberkati dengan 3H (hamoraon, hagabeon, hasangapon). Hamoraon (kekayaan) adalah relatif tetapi paling tidak mapan secara ekonomi. Hagabeon adalah “marpahompu sian anak, marpahompu sian boru sahat ro di na marnini marnono” (memiliki putra dan putri, cucu-cucu dari putra dan putri dan bahkan cicit). Hasangapon (kehormatan) ini juga relatif tetapi paling tidak yang bersangkutan tidak tercela dan dihormati oleh lingkungannya. Ketiga aspek 3H tersebut tentu bukan harga mati, karena raja-raja adat berperan memutuskan dengan berbagai pertimbangan. Proses pembuatan parmualmualan tergolong sulit, lama dan tentu harganya mahal.

 

Parmualmualan dibuat dari satu batang kayu besar (hau sada) yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mempunyai tempat yang pas untuk dapat menampung mayat pemesannya apabila kelak telah meninggal dunia. Pembuatan parmualmualan itu melalui proses yang lama dan umumnya dibuat dari kayu yang keras yakni kayu pinasa (nangka) atau jati ataupun hariara. Tidak semua orang bisa mengerjakan pembuatan parmualamualan karena harus ada jiwa seni pahat/ukir dimana semuanya dikerjakan secara manual. Sebelum di bentuk, kayu itu harus direndam dulu beberapa lama di dalam air supaya awet dan tidak termakan oleh rayap. Setelah dibentuk lalu dipahat dengan ornamen Batak (di gorga), juga diberi warna Batak yakni merah, hitam dan putih.

Apabila seseorang telah mempunyai parmualmualan biasanya diberitahu kepada para “Raja” secara adat dalam hubungan kekerabatan Batak “Dalihan Na Tolu” melalui suatu acara adat dimana keturunannya (pinompar) memberi sulangsulang hariapan (memberi makan orangtua) kepada si orang tua tersebut.  Kelak apabila telah menerima sulangsulang hariapan maka orangtua tersebut tergolong nunga singhop be adatna (paripurna secara adat) yang berrarti bahwa orangtua tersebut tidak lagi memiliki hak dan kewajiban atas adat. Segala hak dan kewajibannya atas adat telah dianggap selesai, tinggal menunggu adat kematiaannya yang akan dilaksanakan oleh keturunannya.

Orangtua yang meninggal dan sudah mempunyai parmualmualan akan diberangkatkan dengan adat Batak yang lengkap, pulik pangarapotna, pulik partuatna,  dan diiringi dengan ogung sabanguan dan tortor (musik gendang dan tarian) Batak.

Dahulu kala untuk menyatukan bagian penutup dan bagian utama dari parmualmualan tidak boleh di paku tetapi memakai rotan kecil yang dililitkan. Rotan itulah yang mengikatnya agar tertutup dan tidak boleh ada sanggahannya semacam kaki-kaki peti, tetapi langsung diletakkan dilantai.
Prosesi mengikat penutup dan bagian utama ini dinamakan Ulaon Mangarapot, dimana tetua adat (Raja Pangarapot) akan melaksanakan prosesi adat Pangarapoton disaksikan oleh seluruh keturunan almarhum dan unsur Dalihan Natolu.

Bagaimana dengan prosesi adat kematian almarhum DR. Sutan Raja DL Sitorus terkait dengan Parmualmualan ?

TUHAN berkehendak, pada hari Kamis tanggal 3 Agustus 2017 sekitar pukul 14.15 Wib, bapak DR. Sutan Raja Darianus Lungguk Sitorus meninggal dunia di pesawat Garuda Indonesia yang akan membawanya dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta menunju Bandara Kualanamu Sumatera Utara.

Dibalik peristiwa kematiannya ada hal yang menarik dan unik, ternyata almarhum Dr (HC) Sutan Raja DL Sitorus telah mempersiapkan parmualmualan (peti jenazah) nya sejak tiga tahun lalu. Seperti biasanya, parmualmualan yang dipersiapkan harus sepasang, satu untuk suami dan satu lagi untuk isteri (Ompu si Diorantaria boru Siagian).  Parmualmualan beliau pesan dari sahabatnya bernama Tuan Nasser Sirait dan seyogianya akan di ompoi (diresmikan secara adat) pada bulan September 2017. Namun, manusia boleh berencana tetapi Tuhan berkehendak.

Ndada simanukmanuk sibontar andora

Ndada sitodo turpuk siahut lomo ni roha

Dengan demikian parmualmualan akan segera dipergunakan, namun masalahnya belum paulak tukkang (mengembalikan tukang pembuat peti – serah terima peti mati dari pembuatnya kepada pemesan) yang merupakan ritual adat Batak yang perlu dilakukan agar sah dan punya makna parmualmualan tersebut.

Hasil perundingan keluarga dan panuturion (pencerahan) Raja Panuturi dari Desa Parsambilan (kampung halaman almarhum), disepakati untuk melaksanakan Tonggo Raja mengenai Parmualmualon.  Hari Sabtu tanggal 5 Agustus 2017 pukul 19.30 Wib bertempat dirumah almarhum dan dihadiri oleh unsur Dalihan Natolu, dilaksanakan Tonggo Raja membicarakan rangkaian adat yang akan dilaksanakan terkait parmualmualan dan persiapan Mompo (memasukkan jenazah ke peti jenazah).

Lazimnya mangompoi parmualmualan dilaksanakan semasa hidup dengan terlebih dahulu orang tua tersebut manjalo sulang sulang hariapan  dari keturunannya. Dalam hal ini karena Bapak DR. Sutan Raja DL Sitorus sudah terlebih dahulu meninggal dunia sebelum hal itu dilaksanakan dan atas pemaparan Raja Panuturi (tetua adat) yang datang dari Parsambilan, maka ulaon mangompoi parmualmualan tidak bisa dilaksanakan dengan alasan  ndang boi pasadaon ulaon ni namangolu dohot naung monding  (adalah pantang untuk menggabungkan acara adat bagi orang yang masih hidup dan bagi yang sudah meninggal dunia). Acara adat mangompoi parmualmualan dari sang isteri (Ompu si Diorantaria boru Siagian) yang masih hidup dapat dilaksanakan di kemudian hari.

Hasil Tonggo Raja sepakat melaksanakan sbb:

  1. Paulak Tukkang dohot Mangarajahon Parmualmualan.

Minggu tanggal 6 Agustus 2017 dimulai dengan Ibadah Minggu dan dilanjutkan dengan Paulak Tukkang dohot Mangarajahon Parmualmualan yang dihadiri unsur Dalihan Natolu.

  1. Minggu tanggal Agustus 2017 pukul 19.00 Wib setelah rangkaian Paulak Tukkang dohot Mangarajahon Parmualmualan selesai dilaksanakan, maka dilaksanakan Mompo (memasukkan jenazah almarhum ke parmualmualanna).
  1. Setelah Mompo, Senin tanggal 6 Agustus 2017 jenazah diberangkatkan ke kampung halaman untuk pelaksanaan rangkaian adat kematian bertempat di Ruma Parsaktian di desa Cinta Damai Parsambilan. Adapun rangkaian adatnya sbb:

Rabu tanggal 9 Agustus 2017 Panangkok Ogung Sabangunan laos Mangido Tua ni Gondang.

Kamis 10 Agustus 2017 Ulaon Mangarapot (Pangarapoton).

Jumat 11 Agustus 2017 Ulaon Partuatna.

Sabtu 12 Agustus 2017 Ulaon Manuan Ompuompu.

Filosopi Hau Sada dan Pinasa

Dari informasi yang diperoleh Tim Redaksi Soara Parsibona, peti jenazah sudah dipersiapan sejak 3 tahun lalu, terbuat dari kayu pilihan dan dihiasi Gorga Batak. Keberadaan peti jenazah yang langka itu mengundang perhatian khalayak umum mengingat peti jenazah gorga (ukiran motif gorga) biasanya untuk para raja-raja orang Batak sehingga sangat langka dan biaya pembuatan peti jenazah tentu bukanlah murah, tidak bisa dikerjakan sembarangan orang serta memakan waktu yang cukup lama.  Pecinta media sosial dan para pelayat bertanya-tanya, siapa pembuat peti jenazah gorga untuk Sutan Raja DL Sitorus dan berapa biayanya ?

Mendengar kabar bahwa parmualmualan (peti jenazah) untuk Op.si Diorantaria doli (Sutan Raja DL Sitorus) dan Op.si Diorantaria boru (Ny. DL. Sitorus br Siagian) telah lama dipersiapkan dan telah selesai terbuat dari kayu bulat (Hau Sada) dari pohon nangka (Pinasa), rasa penasaran mendorong Tim Redaksi Soara Parsibona mencari tahu pemahaman akan makna dan filosopi dibalik kata dari Hau Sada dan mengapa dari jenis kayu nangka.

Untuk ini, Pimpinan Redaksi Soara Parsadaan, Bapak DR. Tarmiden Sitorus melakukan wawancara eksklusif dengan Bapak Raja Gorga Panjaitan, sang pemahat/pengukir (Pande) yang menempah parmualmualan. Beliau memaparkan filosopi Hau Sada dan Pinasa serta cerita dibalik proses pembuatannya sbb:

  1. Hau Pinasa (pohon nangka), berkaitan dengan sebutan Bona ni Pinasa. Bagi orang Batak sebutan Bona ni Pinasa mengacu pada arti penting dari kampung halaman, seperti didendangkan dalam lagu berikut.

ARGA DO BONA NI PINASA

Arga do bonani pinasa di angka naserep marroha,

ai ido tona ni ompunta tu hita angka pinomparna.

Argado bonani pinasa di angka naburju marroha,

sai ingot ma mulak tu huta, mulak tu bona ni pinasa.

Ai tano hatubuanhi do tu si do ingkon mulak au,

Nang pe arga sinamot muna sai ingot ma mulak tu huta.

Arga do bona ni pinasa di angka na burju marroha,

Sai ingot ma mulak tu huta, mulak tu bona ni pinasa.

Dao pe au nuaeng marjalang, sambuloki  sai hot do i,

Sai i ngot ma mulak tu huta, mulak tu bona ni pinasa,

Sai i ngot ma mulak tu huta, mulak tu bona ni pinasa.

Terjemahan bebas lagu tersebut diatas kira-kira seperti ini:

Kampung halaman sangat berharga (berkesan mendalam) bagi orang yang bijaksana,

sebagaimana pesan orangtua bahkan nenek moyang kita.

Kampung halaman sangat dikenang (dirindukan) oleh orang yang baik hati,

Oleh karenanya ingat dan jangan lupa untuk pulang menjenguk kampung halaman.

Aku harus pulang melihat Tanah Kelahiranku (asal-usulku),

meskipun aku telah termasyhur, banyak harta benda di negeri orang, tak kulupakan kampung halamanku.

Kampung halaman sangat dikenang (dirindukan) oleh orang yang baik hati,

Ingat dan jangan lupa untuk pulang menjenguk kampung halaman.

Meskipun jauh di rantau di negeri orang, hati/jiwaku tetap tertuju pada kampung halamanku.

Oleh karenanya ingat dan jangan lupa untuk pulang menjenguk kampung halaman.

Oleh karenanya ingat dan jangan lupa untuk pulang menjenguk kampung halaman.

Dahulu kala orang Batak selalu menanam pohon nangka di kebun sekitar perkampungan. Kayu pohon nangka termasuk kategori kayu keras dan kuat, namun lebih mudah dipahat sehingga menjadi pilihan untuk bahan utama pembuatan parmualmualan (abalabal). Memang ada beberapa jenis kayu lain diantaranya Pokki namun sulit untuk dijadikan parmualmualan karena kerasnya, demikian juga Hariara (sejenis beringin) proses pengerjaannya lebih rumit.

  1. Hau sada” bermakna satu batang pohon cukup untuk kebutuhan pembuatan peti jenazah tanpa dipotong-potong maupun dibilah-bilah dan tidak ditambah dari pohon lain. Sang pemahat Raja Gorga Panjaitan menjelaskan bahwa Bapak DR Sutan Raja DL Sitorus telah memesan parmualmualan kepada sahabatnya Tuan Nanser Sirait sejak sekitar 3 tahun lalu. Ada dua pohon kayu telah dipersiapkan di Subang. Sutan Raja DL Sitorus meminta Tuan Nanser Sirait menemui Raja Gorga Panjaitan yang bermukim di Sitorang Kecamatan Silaen-Tobasa untuk mengajaknya melihat kayu yang telah dipersiapkan sebagai bahan pembuatan peti jenazah. Tuan Nanser Sirait bersama Raja Gorga Panjaitan berangkat ke Subang untuk memeriksa kedua pohon kayu tersebut. Kesimpulan mereka ternyata bentuk dan ukuran tidak cocok dan tidak cukup untuk kebutuhan pembuatan parmualmualan baik bagi Sutan Raja DL Sitorus (Op si Diorantaria doli) maupun bagi Ny. DL Sitorus br Siagian (Op si Diorantaria boru). Oleh karena dinilai tidak memenuhi kebutuhan, maka hal itu dilaporkan kepada Sutan Raja DL Sitorus. Sebagai alternatif  solusi Raja Gorga Panjaitan menawarkan kayu di Pintu Bosi, Tarutung Tapanuli Utara. Segera mendapat persetujuan dari Sutan Raja DL Sitorus, selanjutnya Tuan Nasser Sirait bersama Raja Gorga Panjaitan berangkat ke Pintu Bosi memeriksa kayu dimaksud dan mengambil gambarnya. Tuan Nasser Sirait melaporkan hasil pemeriksaan dan menunjukkan foto kayu tersebut kepada Sutan Raja DL Sitorus dan beliau setuju untuk dilanjutkan.

Proses pembuatan parmualmualan dilaksanakan selama kurang lebih 1 bulan dikediaman Raja Gorga Panjaitan di Sitorang, Silaen – Tobasa. Dua batang kayu nangka utuh dijadikan dua parmualmualan dengan ornamen gorga Batak sesuai peruntukan. Setelah selesai dikerjakan, kedua peti parmualmualan hendak diberangkatkan ke Jakarta, namun berhubung parmualmualan dari ibunda Sutan Raja DL Sitorus yakni Ompu Sabar boru masih berada di Jakarta dan saat itu Sang ibunda masih hidup, maka secara adat Batak pantang untuk membawanya ke Jakarta. Raja Gorga Panjaitan menyarankan agar membawanya ke perusahaan Sutan Raja DL Sitorus di daerah Lampung dengan maksud agar lebih dekat ke Jakarta sebelum secara resmi ditunjukkan kepada para Raja (unsur Dalihan Natolu). Mendapat penjelasan itu Sutan Raja DL Sitorus setuju menyimpannya di daerah Natar-Lampung dan merencanakan pelaksanaan acara adat terkait hal itu pada bulan September 2017.

Penutup

Ritual adat Batak pembuatan parmualmualan atau abalabal merupakan kejadian yang langka kita temukan dewasa ini. Bahkan sebagian besar generasi muda orang Batak tidak pernah melihat bahkan mendengar adanya ritual adat parmual-mualan. Banyak orangtua Batak yang memenuhi syarat 3H akan tetapi tidak terlalu terdorong untuk  melakukannya dengan berbagai alasan tentunya. Bapak DR. Sutan Raja DL. Sitorus (Ompu si Dioranta doli) adalah pengecualian. Beliau sangat peduli dalam upaya pelestarian adat Batak dalam setiap sendi kehidupannya, sepanjang tidak bertentangan dengan agama yang dianutnya.

Bagi generasi muda orang Batak khususnya anggota Parsibona apa yang dilakukan oleh natua-tua i DR. Sutan Raja DL. Sitorus merupakan suatu pembelajaran atau ajakan bagi kita semua agar kita jangan lupa akan bona ni pinasa (kampung halaman), dan senantiasa melanjutkan nilai-nilai budaya leluhur. Seperti kata umpasa Batak

Tuat na di dolok martungkothon siala gundi,

Adat dohot uhum pinungka ni ompunta na parjolo Ihuthonta sundut naumpudi.

 

Dirangkum dari berbagai sumber, termasuk wawancara eksklusif Tim Redaksi Soara Parsadaan (Majalah PARSIBONA) dengan bapak Raja Gorga Panjaitan.

 

Tangerang 13 Agustus 2017

Dr. Ir. Tarmiden Sitorus

St. Sampe Sitorus, SE

Advertisements

Read Full Post »

Apakah anda berencana melakukan perjalanan jauh dengan berkendara mobil ?

Bila ya, ada baiknya perhatikan hal berikut:

1. Kendaraaan. Cek kondisi mobil apakah prima untuk perjalanan jauh ? Ada baiknya diperiksa oleh teknisi handal. Pada hari H-1 sebelum memulai perjalanan, pastikan tekanan angin ban termasuk cadangan sesuai rekomendasi pabrikan (lihat dibody mobil sisi kanan pintu pengemudi).
Periksa perlengkapan standar (kunci roda, dongkrak, segitiga pengaman dan kunci standar).

2. Fisik dan mental pengemudi (minimal 4 hari sebelum keberangkatan mulai tabung stamina, istirahat yang cukup hindari begadang, lakukan aktivitas fisik agar bugar), konsumsi makanan bergizi, bila perlu konsumsi suplemen.

3. Rute. Pastikan anda telah menentukan rute yg akan ditempuh. Buatlah perhitungan jarak dan waktu tempuh sehingga anda bisa rencanakan waktu makan siang, malam dan istirahat dimana. Gunakan bantuan Google Maps untuk memperkirakan hal tersebut tambahkan spare 20 persen untuk antisipasi perubahan. Misal jarak tempuh dari titik A ke titik B menurut Google Maps 5 jam, maka hitunglah sebagai 6 jam, karena yang diperkirakan Google Maps adalah kondisi ideal. Kenyataannya seringkali meleset meskipun jalanan tidak macet, bisa disebabkan ditengah perjalanan mampir ke SPBU sekedar buang air kecil misalnya.

4. List kebutuhan pakaian, barang yg akan dibawa, susun berdasarkan urutan pemakaian (duluan dipakai ditempatkan ditempat yg mudah dijangkau).
Perlengkapan mandi agar dikantung terpisah.

5. Persiapkan makanan ringan dan air mineral utk kebutuhan 1 hari, selanjutnya beli di perjalanan utk hari berikutnya.

cup-seal-ukuran-14-12-10-oz

6. Persiapkan dokumen pendukung perjalanan (SIM, STNK, identitas/KTP semua penumpang, copy Kartu Keluarga) bila perlu kunci cadangan mobil sebaiknya dibawa.
Ada pengalaman kawan perjalanan tertahan hampir 2 hari karena kunci mobil tidak ketemu, terpaksa harus cari bengkel authorize dimana jarak dari penginapan ke bengkel 1/2 hari perjalanan.

6. Lengkapi kotak P3K dan obat darurat (alergi, diare, anti mabuk).

7. Uang Tunai dan Perhiasan. Bawa uang tunai secukupnya. Bila memungkinkan transaksi/pembayaran selama perjalanan agar Non Tunai. Hindari penggunaan perhiasan yang dapat mengundang perhatian orang. Hal ini mengurangi resiko yg tidak diinginkan.

8. Pakaian. Gunakan pakaian senyaman mungkin, jangan ketat, sempit, tipis maupun tebal.

9. Defensive Drive. Berkendaralah secara aman dan nyaman. Tanamkan dalam benak: SAYA PILIH SELAMAT. Jangan memancing atau terpancing untuk kebut-kebutan. Orang yg duduk di kiri pengemudi bertugas sebagai Navigator, hendaklah selalu memberi ketenangan sepanjang perjalanan, jangan justru memprovokasi.
Pengemudi DILARANG menggunakan hp. Urusan komunikasi selama mengemudi diserahkan kepada Navigator.
Sebelum berangkat pastikan nomor hp Navigator diberikan kepada keluarga di kota yang ditinggalkan dan kota yang dituju.
Bila ada hal yg perlu dikomunikasikan tidak perlu mengganggu pengemudi.

10. Istirahat. Setiap 3 jam berkendara, anda harus istirahat untuk peregangan dan keperluan toilet, menghirup udara bebas agar tubuh bugar kembali.

11. DOA. Diatas semua persiapan yang anda lakukan, jauh lebih penting doa mohon penyertaan DIA Yang Maha Kuasa agar anda selamat dan sukacita tiba ditempat tujuan.

Tambahan sebelum berangkat meninggalkan rumah, pastikan ikuti anjuran pada video berikut:

Tips ini dipersembahkan oleh SEDULUR Fresh Juice.

sticker-sedulur2

Read Full Post »

Disada ulaon Patua Hata/Marhusip nagogo disada luat di Sumatera nidohotan ni dongan dipaihutihut ninna panghataion ni Raja Parhata ni Paranak dohot Raja Parhata ni Parboru.

Ndung simpul sude namarsintuhu dihatai, didok Raja Parhata ni Parboru ninna asa diulaon unjuk i pasahaton ni Paranak Sirambe Manis tu nasida. Pangidoan i digabehon Raja Parhata ni Paranak.
NB: Ulaon Unjuk di Jakarta.

_20171013_195525

Simpul ma ulaon patua hata, di Jakarta do Tonggo Raja (ndang dipamasa Martumpol ala ndang masa dihuria nasida Partumpolon), diari mangihut naeng paradehon angka nahombar ma hasuhuton paranak.
Bingung ma nasida aha do jala tarsongon dia do Si Rambe Manis on ? Ditelepon nasida ma raja parhata i mangido panuturion taringot tusi. Raja Parhata i pe ninna ndang hantus alusna. Sandok parade hamu ma hepeng cadangan arga 10.000, 5.000 dohot 2.000, marnida di pesta i ma i haduan ninna mangalusi suhunan ni suhut i.

PhotoGrid_1500554864542

Ala hurang hantus alus i indok roha nasida, laho ma rohana manunghun tu naasing(second opinion). Tarjaha nasida gurathu di blog(internet) taringot tu angka paradaton, laos ditelp au jala marjanji pajumpa di lapo NATABOI diari manung nibuhul.

Pangantusionhu marhite panuturion dohot philosofi napinaandarni natuatua, ia Si Rambe Manis i tarsongon on ma :
Di Bona Pasogit diulaon unjuk masa do pasahat angka panandaion mansai torop tu angka na patut indok roha ni Parboru (uduranna, dongan sahuta dohot horongni Hulahula dohot Tulang), digorai ma i sada sada jala dipasahat ma panandaion i.
Sipata (santabi ate) asal dipasahat ma songon i (ndang maramplop i jala sipata digopu hepeng i), olo do sipata “hira nadisampathon” nama pasahathon.
Gabe taringot au tingki marhasohotan lae tunggane di Sidikalang, au boru parlopes jala di suru hulahula i ma au pasahathon angka panandaion i tu angka naginoraan ni Parboru. Ala sai hutarui jala hupasahat sada-sada tu hundulan naginoaran jala nadipatudu nasida i, sipata ingkon boluson halak nahundul (maklum ma hita hundul diamak do), didok Raja Parsinabung ni Parboru: molo songonido bere andigan be sidung ulaon on, ndang sala bere sian nadao ma pasahat hamu, sahat do i ninna. Tarhatotong au ai ndang huantusi lapatanni nanidokna i, ro ma nanaeng hasahatanna i mandok, sampathon hamu ma hutanghup pe ninna, gabe hohom au ai indok rohanghu ndang pantun jala raja sisongon i.

Dipiga luat ndang songoni be dipamasa nasida. Molo tu Hulahula dohot Tulang dipasahat ma i tu hasahatanna alai molo tu Parboru dohot Dongan Sahuta didokma pasahat hamu ma Si Rambe Manis i.
Boasa didok Sirambe Manis ? Ia rambe gelleng do parbuena alai godang sangharaung, natape nian ndang manis alai asom asom manis (hira permen nano nano).
Si Rambe Manis marlapatan ma i sahali pasahathon ma Paranak, dipapungu ma sude isarana 100 amplop alai naeng ma nian “manis” isi ni amplop i.
Ninna natuatua panuturi i, somal namasa di Sumatera Sirambe Manis on 2:1, molo di pangido Parboru 100 amplop pasahatonni Paranak, annon alusan ni Parboru do marhite na pasahathon 50 amplop tu Paranak.
Tarsongon dia hatorangan tusi ?
Napinasahat ni Paranak i, bagion ni Parboru ma i tu uduranna dohot dongan sahutana.
Baliksa napinasahat ni Parboru i, bagionni Paranak ma i tu uduranna dohot dongan sahuta.

Revisi Harga Cup Seal ukuran-14-12-10-oz

Boha do praktek ni on di Jabodetabek ?
Di Jabodetabek hira na somasa do pandohan Si Rambe Manis on, alai na tudos tusi ima natagoari Pinggan Panganan sian Paranak tu Parboru, Ulos ulos sian Parboru tu Paranak. Somal tadok masinanghohi balatukna be alai masitariparan. Marlapatan ma i Parboru ma umbotosa torop ni uduranna dohot dongan sahutana, baliksa Paranak ma umbotosa nasida. Molo di Jabodetabek sahat do i tu hasahatanna, hape ninna di Bonapasogit dohot di laut parserahan Sumatera, olo do ninna ndang sahat i tuhasahatanna ala sipata ninna laos disanghui Raja Parhata i do i ninna 🙂 (nda binoto toho manang daong i, atik gait ni namandok i do ra ).

Taringot tu horongni Hulahula dohot Tulang, Pinggan Panganan dipasahat tingki pasahat Upa Tulang suang songoni tingki pasahat Tintin Maranghup.

Pangarimpuni: Pandohan Si Rambe Manis ndang somal di Jabodetabek alai tudos tusi ima Pinggan Panganan tu Parboru, Ulos ulos tu Paranak.

Dihamu natuatuanami tuturi hamu hami, atik tung adong pangantusion na marimbar asa lam dasip pangantusionhu.
Diharadeonmuna manuturi, parjolo pinasahat mauliate godang.

Tabe
Sampe Sitorus (A.Agam).

Read Full Post »

Disada panghataion didok dongan:
Madabu jarum tu napotpot, ndang diida mata diida roha.

Tongon adong sahalak natuatua ditongatonga ni parpunguan i, laos dipaingot marhite suhununan manangkasi nanidok ni dongan i. Ndung diulakhon mandok, dipatorang natuatua i ma, ninna natingkos:
MADABU RABI TU NAPOTPOT, NDANG DIIDA MATA DIBOTO ROHA.

madabu=jatuh, rabi=sejenis clurit, napotpot=belukar, ndang=tidak, diida=dilihat, diboto=diketahui, roha=hati

Sesuatu hal yang terselubung yang dapat diduga, melihat dari gelagat atau dampaknya. Meskipun tidak nyata terlihat tapi marilah kita pertimbangkan dari gelagat/indikasinya.
Contoh meskipun tidak secara eksplisit meminta bantuan materi, marilah kita pertimbangkan kondisi sosial ekonomi ybs apakah layak untuk dibantu dari sisi materi.

Ambal ni hata pinaandar jolo link video on ate.

Tabe mardongan olopolop.

St.Sampe Sitorus/br Sitanggang (A.Hitado Managam Sitorus)

 

Read Full Post »

Dipudian ni ari on jotjot pinarrohahon diangka ulaon Patua Hata/Marhusip Nagogo ditariashon angka Raja Parhata ia panjuhuti di ulaon Pesta Unjuk (Marunjuk) didok Lombu Sitio Natinutungan.

Panuturion nahea nijalo sian angka natuatua marimbar do goar ni pinahan diangka rumang ni ulaon.
Molo di ulaon unjuk sisemet imbulu ma didok laho mandok Lombu (Lembu).

goarni-pinahan

Aha do lapatanni Natinutungan ?

Ia pandohan Natinutungan somalna masa di ulaon Sari Matua manang Saur Matua.
Najolo boan manang ola ni namonding, himpal do sada pinahan i jala tata do i ndang dirobus, pulik hosa do lompan ni natorop.
Tingki pasahathon jambar tata didabu (dipansampathon) do i sian pansapansa jala disi dope bangke ni monding i (ndang tu udean dope).
Dipudian niari masa ma nanidokna pasahat jambar mangihut ima pasahat jambar tata tu hasahatanna jolo dihalianghon bangke i laos dipasahat ma tu hasahatanna dung sidung mangulahon ruhut adat nasida. Isarana diulaon maralaman dung sidung manjanghon haroro ni Hulahula, dung mandok hata nasida laos pasahat angka sipasahatonna diuduti hasuhuton ma pasahat jambar tu nasida.

Dirajumi tung singgip do “unsur sinkretisme” disi ala najolo doshon naung dipelehon do juhut i tu sumangot ni angka daompung na ro laho mangalap namonding i (ai ninna ro do angka begu nasida laho mangalap namonding i).

Umbahen i do asa diorai HKBP ruasna padalan jambar natata di jolo ni bangke ni namonding asa unang madabu tu pangunjunan angka namangulahon adat i.
Molo tung pe padalan jambar natata ba ndung mulak ma sian udean.

Hinorhon ni i masa ma boan manang ola ni namonding dirobus laos didok ma i natinutungan.
Molo didok boan/olana Lombu Sitio Natinutungan marlapatan ma i Lombu Sitio himpal gabe jambar jala ndang tata be ai nunga ditutungi (dirobus).

Boha ia di pesta unjuk ?
Ninna sian najolo ndang masa jambar natata, sai naung dilompa do, alani i ndang masa didok natinutungan ai so masa jambar natata.😀

Hombar tu panuturion i, ginurathon ma di blog on pangantusion taringot tu Parjuhut dohot Ruhutna.
Denggan ma tapaandar angka pangantusionta asa rap mamora hita jala lam tu dasipna pangantusionta diadat Batak namansai uli i.

Tabe mardongan olopolop.
St.Sampe Sitorus(A.Managam)

https://sitorusdori.wordpress.com/2009/05/28/parjuhut-dohot-ruhutna/

Read Full Post »

Parsinabung = Parsinabul ?
Boha muse ia Panamboli ?

On ma sada sunghun sunghun ni dongan naposo di forum diskusi adat Batak.

Niuji paandarhon pangantusion asa lam tu dasipna pangantusion.

Parsinabul => Raja na pinajolo gabe Pande Hata (Raja Parhata).

Raja Parsinabul ni Paranak ima nadigoari Raja Pangalusi.

Raja Parsinabul ni Parboru ima nadigoari Raja Panise.

Parsinabung “kemungkinan besar perbedaan dialek”, nanidokna Parsinabul do. Ra tardos hata tudia, adong do luat mandok hudia, parbue=harbue.

Nian di Toba Uluan ndang haru somal didok Parsinabul, somalna Parhata do didok. Isarana ise do Parhatanta ? ninna do manungkun.

Panamboli, harorona sian hata Panambol.
Molo sidung Pangalahat mangalahat, diuduti Pamultak, dung sidung Pamultak diuduti Panasap, sidung Panasap diuduti Panambol “mambola” pinahan i laho pature angka somba somba dohot namarpardomuan tu panjambaran.

Mangihuthon panuturion i, Panamboli ma namangaturhon angka namarpardomuan tu harentaon ni ulaon i marhite angka parjambaran (jambar juhut, jambar hata, jambar sihumisik).

Hata ni natuatua mandok:
Molo siat di parsoburan naeng ma siat tu panggagatan.
Molo tangkas di partuturan, naeng ma tangkas nang diparjambaran.
Molo boti Panamboli ma namanotai asa tota ulaon i.

Nian molo di hita PARSIBONA JABODETABEK ndang diaturhon dope ise na gabe Panamboli, molo Protokol dohot Parsinabul nunga tangkas ditodo andorang so Patua Hata. Taringot tu Panamboli on ba marnida di alaman parpestaan i ma ise na ro. (ido pe namasa dihita).

Disada tingki ulaon Pesta Unjuk di Jabodetabek on sian ias ni roha ni hasuhuton dipatupa nasida “sipalas roha” ni Panamboli marhite “jambar sihumisik di amplop”, tangkas digurathon diamplop i Panamboli. Tingki pasahat jambar i paidua ni hasuhuton ndang apala tangkas diantusi huroha ise Panamboli ai dipasahat tu horongni nasida, namanjalo i pe asalma dijalo laos dipamasuk tu hajutna.
Gabe mengkel au huhut dibagasan roha mandok ai dijaloi amanta on do hape na so jambarna jala ndang dipasahat tu hasahatanna, namongkus do hape amanta on.😀

Songon i ma pinaandar pangantusionniba,
ditambai angka dongan asa rap mamora hita dipangantusionni adat Batak namansai uli i.🙏

Tabe mardongan olopolop.

St. Sampe Sitorus (A.Hitado Managam)

Read Full Post »

BE.334 “Nasa jolma ingkon mate”

Nasa jolma ingkon mate. Ingkon mago sibuk i. Na mangolu ingkon mate Asa tung denggan muse.
Daging on do gabe bangke jala ingkon do malangke.
Asa sogot bangkit i
Tu hasangaponna i

Molo sian hakristenon, di hita naporsea di Jesus Kristus, dos do hamatean i, jala ingkon sude do mamolus i. Parhitean do hamatean laho mandapothon Tuhanta.

Tutu sian habatakhonta marimbar do hamatean, alani i hombar tu panuturion ni angka natuatua, dison pinaandar pangantusion taringot tu hamatean diangka naung hot ripe (berumah tangga):

MATE PURPUR
Monding baoa manang borua naung hot ripe alai ndang mardakdanak dope di goari ma i mate purpur .

Mate purpur ma na humansit di parmate ni jolma di ngolu ni halak Batak. Mate Purpur digoari do di halak Batak songon “siranggapuri” siborgat hau na somardangka so marranting so marbulung, ndang adong be sihirimon, soadong be sitatapon manang sipaimaon. Na marlapatan ndang adong tubuna anak manang boru.(tidak memiliki keturunan)

Tung hira na so dapot do apulan na matean i alani balga ni arsak i. Asa molo tung masa pe si songon i, holan angka hata apul-apul do disi lumobi sian Hulahula dohot Tulang.

MATE PUNU
Mate Punu didok ma i tu ama manang ina na monding so marindang anak baoa, holan boru do ianakhonna.
Songon i do huroha pangalahona. Ai so adong na manorushon dohot manguduti goarna (gotap tarombo i).
Hansit do si songon on molo sian adat-paradaton ni hita Batak. Molo najolo jala masa dope i di tingki on, ndang boi dope dibahen maralaman si songon on. Asa holan angka hata apul-apul do panghataion di si, lumobi sian angka horong ni hula-hula dohot horong ni tulang.

MATE MANGKAR
Mate Mangkar (Makkar) didok ma i tu na monding nunga marindang anak dohot boru (sudah memiliki putra dan putri) alai ndang adong dope ianakhonna i naung hot ripe. (Diantara anak-anaknya BELUM ADA ada yang berkeluarga).

MATE HATUNGGANEON
Mate Hatungganeon didok ma i tu na monding marindang anak dohot boru (sudah memiliki putra dan putri), ianakhonna i nunga adong na hot ripe alai ndang adong dope pahompuna. (Diantara anak-anak sudah ada yang menikah, namun belum memiliki cucu).

PhotoGrid_1500554864542

MATE SARIMATUA
Mate Sarimatua didok ma i tu na monding marindang anak dohot boru, ianakhonna i nunga adong na hot ripe jala nunga marpahompu alai tutu ndang dope sude singhop marhasohotan ianakhonna i (adong dope sisarihononhon)

MATE SAURMATUA
Mate Saurmatua didok ma i tu na monding marindang anak dohot boru, ianakhonna i nunga singhop sude hot ripe jala nunga marpahompu sian anak, marpahompu sian boru.

MATE MAULIBULUNG
Mate Maulibulung didok ma i tu namonding naung marnini marnono (anak dohot boruna nunga marpahompu) jala ndang adong sian pinomparna i namanjoloi ibana (tidak ada diantara keturunannya yang lebih dahulu meninggal dunia).

Songon i ma goar ni hamatean ala ni nian unang ma masa hasuhuton mangidohon “nangkok” na so tartuhukna, (disada marga monding sada ama holon boru do ianakhinna, toho tutu nunga marhasohotan boruna i, dipangido asa SAUR MATUA ulaon partuatni namonding i. Molo di hita Sitorus ndang masa sisongoni ate 😀).

Tabe, St.Sampe Sitorus/br Sitanggang.

Berbagi pemahaman ini didukung oleh:

Lapo NATABOI
Kuliner Resep Warisan Leluhur di
Jl. Lingkar Palem Semi, Ruko CBD No 22 (Depan Giant) Palem Semi Karawaci-Tangerang-Banten.
HP 0813 9685 0000, 0812 9052 462
Buka setiap hari pkl 09.30 – 21.30 Wib.
https://goo.gl/maps/mMvnkJtydcq

Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: