Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Budaya & Adat Batak’ Category

Sahat tu sadarion ndang polin dope pangantusionku (belum lengkap/belum puas – jawaban yang saya dapat belum memuaskan pertanyaanku) taringot tu suhi ni ampang naopat.
Didok natuatua di Bona Pasogit ia namargoarhon suhi ni ampang naopat sasintongna ninna ima:
1. Dongan tubu,
2. Hulahula,
3. Boru
4. Raja (Raja Huta/Natuatua ni Huta),
Poda ni sijolojolo tubu mandok manat” mardongan tubu, “somba” marhulahula, “elek” marboru, “pantun” marraja. Laos dipaihuthon do dohot uhum tusi, molo sala tu suhi ni ampang naopat, ingkon; “sulangan” dongan tubu, “parpisoan” hulahula, “parulosan” boru, “bulangbulangan” raja.

Hape molo ditano parserahan on namasa niida diangka pesta unjuk tarsongon on ma:
Suhi ni ampang naopat di horong ni Paranak:
1. Pamarai/Pangamai – amangtua ni namangoli,
2. Simanggokhon/amanguda ni namangoli,
3. Sihunti ampang/iboto ni namangoli manang namboruna
4. Hulahula/Tulang ni namangoli (sijalo tintin marangkup)
On ma tugas & peran ni Pamarai & Simanggokhon:
https://sitorusdori.wordpress.com/2009/06/30/tugas-pamarai-simanggokhon-paranak-di-ulaon-unjuk-pesta-nikah/

On ma Tugas & Peran ni Sihunti Ampang dohot Boru Parlopes:
https://sitorusdori.wordpress.com/2010/08/10/tugas-boru-parlopes-dan-sihunti-ampang/

On ma Tugas & Peran Hulahula/ Tulang ni namangoli:
https://sitorusdori.wordpress.com/2009/06/30/tugas-peran-hula-hula-ni-paranak-tulang-ni-pangoli-di-ulaon-unjuk/

Suhi ni ampang naopat di horong ni Parboru:
1. Sijalo Bara-amangtua ni namuli,
2. Simandokhon/iboto ni namuli,
3. Sijalo Upa Parorot/Pariban manang Namboru ni namuli
4. Hulahula/Tulang ni namuli (sijalo upa Tulang).

On ma tugas & peran ni Sijalo Bara & Simandokhon:
https://sitorusdori.wordpress.com/2009/06/30/tugas-sijalobara-simanggokhon-paidua-ni-suhut-pihak-parboru-di-ulaon-unjuk-pesta-nikah/

Tugas & Peran ni Sijalo Upa Parorot dohot Boru Parlopes hampir sama dengan Sihunti Ampang dohot Boru Parlopes ni pihak paranak, bedanya adalah mereka menerima Upa Parorot.

On ma Tugas & Peran Hulahula/ Tulang ni namuli:
https://sitorusdori.wordpress.com/2009/06/30/tugas-peran-hula-hula-ni-parboru-tulang-ni-boru-muli-di-ulaon-unjuk/

Molo mangihuthon pandohan ni natua-tua na sian Bona Pasogit i, diparserahan on nunga dihalupahon halak hita hape Dongan Tubuna dohot Raja ni Dongan Sahuta (Natuatua ni huta).
Suang songon i pe nang angka Raja ni Huta (diparserahan tarajumi ma i pangurus ni parsahutaon/stm) ndang diharingkothon be laho panuturi diangka ulaon ni dongan sahutana ima ruasni punguan naginomgomanna. Holan patoroptorophon jala manolopi nama nasida ? Boha nama i ate ?.

Hulului pangantusion laho pamorahon parbinotoan dapot ma naginurathon ni amang Monang Naipospos, boima tajaha marhite on:
http://tanobatak.wordpress.com/2007/11/16/suhi-ni-ampang-naopat/

Marhite on pinangidohon tu amanta raja dohot inanta soripada, tuturi hamu hami angka sundut naumposo asa lam dasip pangatusion dohot parbinotan nami taringot tu paradatonta i.
Disiala haradeon muna manuturi hami, parjolo hupasahat hami mauliate godang.

Tabe Mardongan Tangiang

St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A. Hitado Managam Sitorus).

Read Full Post »

Saat ini kami keluarga besar Pomparan Op. Paralatan Sitorus (Lumban Tongatonga – Silamosik) yang berdomisili di Jabodetabek sedang bergumul untuk meyakinkan anak kami Benny Sitorus agar rencana pernikahannya dapat berlangsung secara adat Batak. Tidak dapat dipungkiri bahwa pergumulan kami ini juga dialami oleh para orangtua yang anaknya telah lahir dan besar di tanah perantauan (misal Jabodetabek), dimana secara umum saat ini para pemuda/i Batak mulai mengkritisi makna adat Batak dalam pernikahan, bahkan tidak jarang disertai argumen akan kalkulasi biaya dimana berdasarkan pemahaman mereka pernikahan adat Batak tidak efisien dan cenderung pemborosan dengan asumsi sejumlah biaya yang harus dikeluarkan tersebut bila dimaamfaatkan sudah bisa menjadi uang muka (DP) untuk pembelian rumah.

Sebagai keluarga yang masih muda saya pribadi dapat menerima argumen mereka, namun saya juga punya kewajiban untuk menjelaskan kepada mereka apa itu adat Batak dan apa mamfaatnya.
Oleh karenanya saya berencana melalui tulisan memberikan pencerahan kepada generasi muda tentang pernikahan adat Batak, mamfaat serta konsekuensinya bila tidak menikah secara adat Batak.
Sementara saya sedang mencoba merangkai kata-kata dan membuatnya dalam bentuk tulisan, tiba-tiba di Facebook grup HATA BATAK (Partungkoan) anggidoli Freddy Bahara Hutajulu bertanya dan meminta masukan dari saya akan hal yang sedang dihadapinya. Berikut korespondensi kami melalui Facebook :

Pembicaraaan 2

Apa kesimpulan dari korespondensi kami tersebut ?.
Seorang ibu yang telah berusia 80 tahun meninggal dunia, semua anak-anaknya (baik anak maupun boru) telah berumah tangga dan telah dikarunia cucu baik dari anak maupun boru. Dalam adat Batak maka seyogyanya status meninggal ibu tersebut Saur Matua (tidak ada lagi kedukaan karena sudah tidak ada beban hidup yang masih dipergumulkan). Yang dapat saya “tangkap” secara ekonomi (finansial) semua keturunan almarhumah mampu untuk melaksanakan adat Saur Matua, namun terbentur karena ternyata putera sulungnya yang sudah menikah dan dikaruniai anak ternyata belum mangadati (nikah secara adat Batak).
Oleh karena hal tersebut diatas maka selama anaknya belum mangadati (pasahat sulang-sulang pahompu kepada keluarga besar mertuanya) maka adat Saur Matua tidak akan bisa dilaksanakan dan nama cucunya almarhum ibu dari putera sulungnya tidak akan pernah bisa disandangnya bahkan di makamnya tidak ditulis Op…. (nama anak dari putera sulung tersebut). Bahkan yang paling mengerikan adalah putera sulungnya dan menantunya tidak boleh menerima ulos holong dari siapapun di acara adat pemakaman sang ibu, jika ingin menerima ulos maka hanya putera sulung tersebut tanpa didampingi istrinya. Kenapa demikian ? Karena secara adat Batak mereka belum menjadi suami isteri karena mereka belum pernah menerima Ulos Hela (Ulos Marhasohotan)
Prinsip dalam adat Batak : Na so manjalo adat ndang talup pasahathon adat, na so pasahathon adat ndang talup manjalo adat. (Yang belum melaksanakan rangkaian adat tidak layak menerima adat, yang belum menerima adat tidak layak melaksanakan adat).
Dalam hal yang kami bahas diatas maka putera sulung almarhumah tersebut belum mangadati, oleh karenanya mereka (sebagai suami istri) tidak layak menerima ulos holong dan acara adat meninggal bagi ibunya tidak boleh mencantumkan nama cucu (anak) dari si sulung.
Bagaimana menjembatani hal tersebut ? Harus membujuk pihak keluarga mertua si sulung agar bersedia memberikan “dispensasi” dengan janji akan segera mangadati. Tapi sesungguhnya betapa malunya kita harus minta “dispensasi” saat orangtua kita meninggal dunia agar layak menerima ulaon Saur Matua ?.
Ya, kalau pihak mertua berbesar hati dan mau, bila tidak ?.

Itulah contoh nyata yang akan kita alami bila kita menikah tidak secara adat Batak. Perihal argumen kaum muda tentang pemborosan, tidak efisien dan ribet, sesungguhnya hal itu karena apa yang mereka lihat adalah merujuk kepada pesta pernikahan orang Batak yang dilakukan di gedung-gedung besar dan mewah. Pada hakekatnya pesta adat pernikahan orang Batak akan sah bila pesta adat tersebut dihadiri oleh unsur Dalihan Natolu, paopat sihalsihal. Siapakah mereka tersebut ? Yakni Hulahula dohot Tulang(Parboru dan Tulang Pangoli -mertua ayah kita, serta Tulangnya ayah kita), Dongan Tubu (kelompok marga ayah kita), Boru (kelompok saudara perempuan ayah kita) dan dilengkapi Dongan Sahuta(termasuk aleale dan warga gereja). Tidak perlu banyak orang yang diundang dan sangat memungkinkan dilaksanakan dirumah, artinya sederhana dan tidak perlu mewah (besarnya seperti ungkapan syukur baptis anak maupun lepas sidi).
Lho… bagaimana dengan prosesi adat yang terkesan berteletele dan satu harian penuh ?. Sesungguhnya banyak hal yang dilaksanakan berupa “bumbu-bumbu” (lebih banyak bumbu daripada ikannya) sebagai contoh bila di gedung sering kita lihat ketika akan memberikan Ulos Hela ada grup penari, ada lagu khusus sebelum mandok hata (memberi petuah, doa dan harapan),setelah menerima Ulos Hela pengantin diiringi lagu berjalan membawa bunga atau buah kepada Tulangnya kedua mempelai (sesungguhnya hal ini tidak ada dalam budaya Batak), dan lain sebagainya. Dapat kita bayangkan jika dilakukan dirumah maka akan jauh lebih simpel dan hemat biaya.

Sekarang ini banyak orang Batak “napatealtealhon”, karena dilihatnya orang lain pesta digedung yang kapasitas 1.000 orang maka dia tak mau kalah dicarinya gedung yang lebih besar, bahkan konon ada yang sampai berhutang asalkan pernikahan anaknya terkesan wah dan meriah. Lebih hebatnya lagi ada orang Batak yang dengan bangga mengatakan ” ah naramean pesta pangoli ni anakta i maradu so hasiatan hundulan ni natorop jala godang na sodapotan sipanganon” (ah luar biasa ramenya pesta pernikahan anak kita, sampai-sampai orang tidak kebagian tempat duduk dan banyak yang tidak makan). Lho bukankah hal tersebut aib (hailaon) bagi keluarga tersebut ? Mengapa ? Karena mereka mengundang tamu tanpa mempersiapkan tempat dan makanan bagi tamu yang diundangnya. artinya mereka mempermalukan dirinya dengan mengundang jauh lebih banyak dibanding kemampuan atau yang mereka persiapkan. Lha yang terjadi kok malah bangga bercerita, kalau boleh saya katakan “bursik deh, malumaluin”.

Mari kita kembali ke makna yang sesungguhnya, ADAT DO NA METMET, ADAT DO NA BALGA. Sah tidaknya pernikahan adat Batak tidak ditentukan oleh wah dan meriahnya pesta, YANG PENTING dihadiri unsur Dalihan Natolu paopat sihalsihal.
Mari kita renungkan, apakah yang baik bagi kita. Saya tidak ingin memaksakan bahwa harus nikah secara adat Batak, tetapi saya mengingatkan jika kita mengaku orang Batak maka kita berkewajiban melestarikan budaya yang tidak bertentangan dengan keyakinan (agama dan kepercayaan) kita. Mari kita sesuaikan tanpa menghilangkan makna.

Semoga tulisan ini menjadi pencerahan bagi kaum muda Batak agar tidak memandang pernikahan adat Batak hanyalah sebuah pemborosan, tidak efisien dan berteletele.

Tangerang Minggu 16 Juni 2013, tabe mardongan tangiang.
St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A. Hitado Managam Sitorus)

Read Full Post »

NARASAON anak dari Datu Pejel

NARASAON anak dari Datu Pejel

Banyak pertanyaan muncul menanyakan mana yang benar Pomparan Nai Rasaon atau Pomparan Na Rasaon ?
Tuan Sorimangaraja mempunyai 3 istri yakni: 1.Boru Paromas/Boru Antingantingsabungan yang melahirkan Ompu Tuan Nabolon (ada juga penulis yang menyebut namanya Ompu Sorbadijulu). Anak-anak Ompu Tuan Nabolon inilah si Bolontua (Simbolon – seluruhnya), Tambatua – melahirkan banyak marga-marga, Saragitua – melahirkan banyak marga-marga, dan Muntetua – yang juga melahirkan banyak marga-marga. Dikemudian hari istri pertama Tuan Sorimangaraja ini dikenal dengan panggilan Nai Ambaton. Estimasi terkini keturnanan Nai Ambaton menurunkan 70-an marga yang disebut dengan PARNA (Parsadaan Nai Ambaton) “na boloni”. 2. Boru Bidinglaut melahirkan 1 anak yakni Datu Pejel (beberapa penulis menyebut nama Datu Pejel = Ompu Tuan Sorbadijae) Dikemudian hari istri kedua Tuan Sorimangaraja ini dikenal dengan panggilan Nai Rasaon. Datu Pejel memperistrikan boru Tantan Debata, kemudian lahirlah nanak mreka bernama Narasaon. Narasaon punya 2 anak (kembar dalam balutan) yakni Raja Mangatur(menurunkan marga Sitorus, Sirait, Butarbutar) dan Raja Mangarerak(menurunkan marga Manurung). 3. Boru Parsanggul Haomasan melahirkan satu anak, bernama Tuan Sorbadibanua (keturunan Tuan Sorbadibanua ada 8 anak) diantaranya: Sibagot ni Pohan, Sipaettua(Pangulu Ponggok, Partano Nai Borgin, Puraja Laguboti(Pangaribuan,Hutapea), Silahisabungan, Raja Oloan, Raja Hutalima, Raja Sumba, Raja Sobu, Raja Naipospos. Dikemudian hari istri ketiga Tuan Sorimangaraja ini dikenal dengan panggilan Nai Suanon/ Nai Tungkaon.

Kembali ke topik NAI RASAON atau NA RASAON ? Jawabannya tergantung ke kata penanyanya. Misal Pomparan ni ? Maka jawabannya NAI RASAON. Jika kata penanyanya Pomparan ? Jawabannya NARASAON. Artinya jika kita menyebut NAI RASAON akan mengingatkan seluruh pomparan ni NAI AMBATON dan NAI SUANON bahwa dahulu kala ibu mereka kakak beradik (3 istri dari Tuan Sorimangaraja).

Jika kita menyebut NA RASAON maka kita tahu kita adalah turunan DATU PEJEL. Kesimpulannya: NA RASAON adalah anak dari DATU PEJEL, NAI RASAON adalah Ibunya DATU PEJEL (boru Biding Laut). Jika hingga saat ini sebagian orang masih menyebut Pomparan Nai Rasaon itu adalah kebiasaan menyebut nama ibunya DATU PEJEL. Menurut hemat saya tidak ada yang salah dalam hal tersebut, yang penting kita mengetahui apa yang kita sebut.

Semoga tulisan ini menambah pemahaman kita.

Salam hangat Pomparan Narasaon

St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A. Hitado Managam Sitorus)

Catatan:

Dirangkum dari berbagai tulisan dan diskusi dohot panuturion ni natuatua.

Read Full Post »

Parsadaan Raja Sitorus Dohot Boruna se Jabodetabek, WILAYAH TANGERANG akan menggelar Pesta Bona Taon pada hari Minggu 03 Maret 2013 pukul 09.00 Wib bertempat di Gedung Pertemuan TNI YONKAV 09 COBRA, Jl. Raya Serpong – Pondok Jagung – Serpong, Tangerang. Informasi dan undangan dapat diperoleh di Ketua Sektor masing-masing.

Unang lupa mamboan ulosna be (Ama – Ragi Hotang/Sirara, Ina – Sadum, Dakdanak – Ulos Parompa/Mangiring).

Read Full Post »

Para pembaca yang budiman, dalam beberapa kali kesempatan saya menerima undangan untuk menghadiri “Partangiangan Paborhathon”.
Apakah yang dimaksud dengan Partangiangan Paborhathon ?. Biasanya acara ini dilaksanakan ketika putera atau puteri dari suatu keluarga akan melangsungkan pernikahan dimana pemberkatan nikah dan pesta unjuk (pesta adat pernikahannya) tidak dilaksanakan didaerah dimana mereka berdomisili, sebagai contoh sebut saja keluarga mempelai perempuan berdomisili di Tangerang, namun ternyata pihak mempelai pria berdomisili di Medan sehingga pemberkatan nikah dan pesta unjuk dilaksanakan di Medan. Oleh karena usai Martumpol (Ikat Janji) di Tangerang maka dilaksanakan kegiatan “Partangiangan Paborhathon atau lazim juga disebut Mangido Tangiang”. Intinya adalah pihak keluarga memohon doa restu dari dongan tubu, dongan sahuta, ale-ale dan juga pihak Hulahula, Tulang, Bona Tulang, Tulang Rorobot agar perjalanan mereka dan ulaon adat yang akan digelar di Medan berjalan baik, tidak ada halangan dan rintangan.

Apakah kegiatan “Partangiangan Paborhathon atau Mangido Tangiang” ini masuk kategori adat ?. Menurut hemat saya tidak, namun lebih kepada bentuk penghormatan dan menjembatani kepada semua pihak karena tidak memungkinkan bagi semua pihak dapat menghadiri kegiatan tersebut.

Fresh Juice Pesta 5500

Jika demikian halnya seperti apakah kegiatan tersebut dilaksanakan ?

  1. Setelah Martumpol (Ikad Janji di gereja) langsung dilaksanakan kegiatan Mangido Tangiang Paborhathon, mengenai tempat bisa saja di aula gereja, gedung ataupun di rumah. Biasanya undangannya undangan Partumpolon namun didalam undangan tersebut disebutkan setelah selesai Partumpolon dilanjutkan dengan kegiatan Mangido Tangiang Paborhathon.
  2. Jika kebetulan tidak ada kegiatan martumpol (Katholik, GKI, GPIB dan gereja lainnya) maka pihak keluarga telah menentukan hari tersendiri dan membuat undangan khusus.

Pelaksanaannya (Partording ni Ulaon).

Sepanjang yang saya amati ada beberapa versi yang dilakukan oleh beberapa keluarga khususnya di JABODETAEK ini.

Untuk memudahkan pemahaman pembaca, berikut kami sertakan salah satu contoh kegiatan yang baru saja kami hadiri.

Martumpol borunami (putri dari kel. B. Sitorus/D.br Silalahi – Parompuon Op. Raup – Raja Dori , domisili Pondok Alam Permai Pasar Kemis) yakni:

Elis Kris Tabel br Sitorus, SE

dohot oroanna

Hendra Roy Manurung, SE

Putera dari lae kami P. Manurung/ T. br Sitorus (+)/ L. br Pasaribu (Jalan Raya Menteng – Medan)

Partumpolon i dipatupa di HKBP Tangerang Kota pada hari Sabtu 05 Januari 2013 pukul 10:00 Wib.

Setelah Martumpol selesai dilanjutkan dengan kegiatan Mangido Tangiang Parborhathon dari dongan tubu, dongan sahuta, ale-ale dan juga pihak Hulahula, Tulang, Bona Tulang, Tulang Rorobot.

Urutan kegiatan yang dapat kami sampaikan sbb:

Protokol Raja Sitorus (laos sian Parompuon Op. Raup) :

Manjou Dongan Tubu (namarhaha maranggi, boru, bere – pomparan ni ompunta Raja Sitorus) asa masuk ma tu aula HKBP Tangerang Kota -Tanah Tinggi Tangerang.

Dung masuk sude pomparan ni Raja Sitorus, di uduti ma manjou Raja ni Dongan Sahuta, Ale-ale, dung i Hulahula Raja Silalahi dohot uduranna, Tulang Raja Sirait dohot uduranna, Tulang Rorobot Raja Pasaribu dohot uduranna, Hulahula namarhaha maranggi Raja Sirait dohot uduranna.

Dung singhop sude masuk diuduti ma Raja Sitorus pasahathon tudu-tudu ni sipanganon tu Hulahula, dialusi Hulahula Raja Silalahi marhite na pasahat dengke.

Dung singhop marsijalangan diuduti ma marsipanganon.

Simpul marsipanganon marsisisean songon na somal diangka namarsisisean.

Pande Hata ni Raja Silalahi:

Manungkun taringot tu partording ni Tudu-tudu Sipanganon.

Protokol Raja Sitorus

Mangalusi sungkun-sungkun ni Hulahula Raja Silalahi taringot tu partording ni parjambaron na masa di Raja Sitorus.

Dungi marsipasangapan ma Raja Sitorus namarhaha maranggi, dipasahat panghataion tu anggidoli Raja Boltok dungi dipasahat Raja Boltok ma asa hahadoli Raja Pane asa nasida ma namangalusi sungkun- sungkun ni Hulahula Raja Silalahi. (pembaca yang budiman, nanti silahkan  baca komentar dan tanggapan saya pribadi  tentang hal ini).

Pande Hata Sitorus (Hahadoli Raja Pane)

Nunga mangarade hami Rajanami laho mangalusi sungkun-sungkun ni Raja i.

Pande Hata Raja Silalahi

Manungkun Pande Hata Raja Sitorus diama nanaeng sitaringotan jala aha ma ulaon na naeng siulahonon ni Raja Sitorus umbahen na digokhon dohot di jou Hulahula dohot horong ni Tulang.

Pande Hata Sitorus (Hahadoli Raja Pane)

Patoranghon sangkap na naeng Pahutahon Boru , naeng marhamulian borunami bere/pahompu ni Raja i ima si Elis Kris Tabel br Sitorus dohot oroanna berenami na naeng hela nami Hendra Roy Manurung. Siala pamasumasuon dohot Pesta Unjuk dipatupa di Medan, marhite parpunguan on mangido tangiang hami sian saluhut hamu nahuparsangapi hami Hulahula, Tulang, Tulang Rorobot, Hulahula namarhaha maranggi suang songoni nang Raja ni Dongan Sahuta, Ale-ale dohot Raja ni Dongan Tubu, asa boan hamu di tangiang muna, boru nami suang songoni bona ni hasuhuton nami asa diramoti Tuhan dipardalanan tu Medan dipadao angka abat-abat jalan denggan singhop mardalan ulaon pamasu-masuon dohot pesta unjuk di ari Sabtu 19 Januari 2013 nanaeng ro.

Pande Hata Raja Silalahi

Songon i ma dihita horong ni Hulahula dohot Tulang nunga tangkas dihatahon pamoruonta sangkap dohot pangidoan nasida ima namangido Tangiang nasida laho Paborhathon nasida dinalaho pahutahon boru nasida ima ibeberenta/ pahompunta. Asa on tapasahat ma angka hata nauli hata pasupasu marhite tangiang tu Amanta Debata. On pe dos ma rohanta hami Hulahula Raja Silalahi ma pargomgom, asa partingkian on parjolo tu Tulang Rorobot Raja Pasaribu.

Tulang Rorobot Pasaribu:

Mandok hata, dungi diuduti

Tulang Raja Sirait (ala sada do nasida dohot Hulahula namarhaha maranggi Raja Sirait).

Mandok hata , sidung Tulang Raja Sirait diuduti:

Hulahula Raja Silalahi,

Mandok hata laos nasida ma paampuhon tu Raja Sitorus.

Pande Hata Sitorus (Hahadoli Raja Pane)

Mauliate ma Raja name, taruli hami diangka hata na uli na denggan, pasupasu ni Raja i marhite tangiangmuna tu Amanta Debata.

On pe songon patujolo ni pangampuon nami dohonon ma antong:

tingko ma inggir inggir ,bulung nai rata rata ,
hata pasu gabe naung pinasahat ni Raja i,  sai pasauthon ma amanta Debata.

Songon i ma jolo na boi hupasahat hami, taringot tu pangampuion sahali mangampu ma hami annon Rajanami.

Saonari sahat ma partingkian on tu hamu Ale-ale dohot Raja ni Dongan Sahuta.

Dongan Sahuta Parsahutaon Perumahan Alam Permai (Purati)

Mandok hata dungi pasahat  ulos sian punguan sipasahaton ni hasuhuton di pesta unjuk di Medan, suang songoni parbue ni holong (ditabe ma hasuhuton) songon sikkat ni ulos manang naginoaran ulos tinonun ni ama.

Simpul i diuduti ma tu:

Pomparan ni Raja Sitorus namaringanan di Tangerang.

Mandok hata dungi pasahat  ulos sian punguan sipasahaton ni hasuhuton di pesta unjuk di Medan, suang songoni parbue ni holong (ditabe ma hasuhuton) songon sikkat ni ulos manang naginoaran ulos tinonun ni ama.

Dungi diuduti ma tu:

Punguan Parompuon Op Raup se JABODETABEK

Mandok hata dungi pasahat  ulos sian punguan sipasahaton ni hasuhuton di pesta unjuk di Medan, suang songoni parbue ni holong (ditabe ma hasuhuton) songon sikkat ni ulos manang naginoaran ulos tinonun ni ama.

Hasuhuton

Mangampu ma Bona ni Hasuhuton.

Manutup Parpunguan

Simpul mangampu Bona ni Hasuhuton, Mardos ni roha ma Hulahula Raja Silalahi dohot haha parhundul nasida, Tulang Raja Sirait, sian dos ni roha nasida Raja Sirait ma manutup marhite tangiang.

Simpul ma ulaon i.

Komentar dan tanggapan pribadi saya atas ulaon tersebut diatas.

  1. Nahuboto jala panuturion ni natua-tua, sasintongna Hasuhuton Raja Dori do marsiadopadopan jala annon marsisesean dohot Hahadoli Raja Pane + Anggidoli Raja Boltok. Patariashonon ni Protokol ma tu Hahadoli dohot Anggidoli sangkap dohot ulaon siadopan ni nasida. Nantoari di ulaon i Sitorus marsiadopan dohot Hulahula Silalahi, ala bage marmeja gabe hira di pesta unjuk paranak dohot hulahulana marsiadopan.
  2. Tudutudu sipanganon jambar na niadopan seperti halnya ulaon Tonggo Raja atau Marria Raja. Ndang adong na pasahat dengke.
  3. Hulahula ndang pasahat dengke (tidak ada kewajiban pasahat dengke) ai haduan di ualon i di Medan ,mamboan dengke do Hulahula di ulaon pesta unjuk, nata pe mungkin ndang par Jabodetabek on ala di Medan do ulaon i. (Nantoari gabe humalaput ma hami mambahen dengke ni Hulahula ai so diparade hian).
  4. Parjolo ma namardongan tubu mandok hata/pasahat tangiang, dungi dongan sahuta, ale-ale, dipasahat ma partingkian tu Tulang Rorobot Pasaribu, Tulang Sirait, Hulahula Silalahi ma pargomgom laos paampuhon. Laos pintor Mangampu ma hasuhuton.
  5. Molo diulaon sinantoari songon na hugorithon hami diginjang, sude dongan tubu, dongan sahuta dohot ale-ale gabe  pangampu. Hape nasida pe Raja Naginokhon do. Sasintongna di ulaon sisongon on pangampu holan Bona  ni Hasuhuton do alana holan tu nasida do sude hata nauli hata nadenggan/ pasupasu marhite tangiang i. Air goarna pe mangido tangiang paborhathon, jadi sude na ginokhon si partangiang do (pemberi doa berkat).
  6. Na mangihut molo songon na diulahon sinantoari  ingkon mardalanma 3 parjambaron ima : Jambar Hata, Jambar Juhut dohot Jambar Parbagianan manang Ringgit sitio soara. Aturanna ba mardalan hian ma pinggan panungkunan suang songoni di angka olop-olop manang pasituak natonggi ni angka horong ni Hula-hula dohot Tulang, hape so adong mardalan pasituak natonggi.
  7. Protokol : ala adongdo hami pomparan ni Raja Dori diulaon i, ahu sandiri St. Sampe Sitorus (Pomparan Raja Mandidang), anggidoli St. Daulat Sitorus (Pomparan Raja Silamosik), dohot anggidoli pomparan Runggu Malela na so apala hasuhuton (Pomparan Op. Raup), sasintongna protokol di ulaon i dipasahat ma tu hami, asa hami ma mardos ni roha ise na gabe protokol. Nian sian panghataion dohot Bona ni Hasuhuton hahadoli B. Sitorus/ br Silalahi, nunga ditodo nasida asa ahu na gabe protokol. Nang pe songon i mauliate ma di Tuhanta nunga mardalan ulaon i, nang pe antar marasing sian konsep naung huhatai hami dohot hahadoli St. Rindu Sitorus (Pane – Parsambilan) dohot hasuhuton.

Tabe mardongan tangiang,

St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A. Hitado Managam Sitorus)

Read Full Post »

Pertanyaan yang menggelitik namun sulit menjawabnya, acara apakah yang ditunggu anak-anak setelah Natal ?. Sebagian orang menjawabnya pembagian kue natal/bingkisan natal Sekolah Minggu.

Namun ada juga yang menjawab spontan : Bona Taon ? Nah lho, ada apa rupanya ?

Semoga video ini dapat menjawabnya.

http://www.youtube.com/watch?v=-Wts7bmwNyE

Selamat menikmati dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Horas,

St. Sampe Sitorus, SE/br Sitanggang

Read Full Post »

Lagu Raja Sitorus

Memenuhi permintaan dari pembaca setia blog ini, berikut kami posting link lagu Raja Sitorus yg telah kami upload ke youtube sekitar 5 bulan yang lalu.

Semoga bermamfaat dan menjadi berkat bagi kita semuanya.

Tangerang Selasa 17/12/2012,

Tabe mardongan tangiang:

St. Sampe Sitorus, SE/br Sitanggang.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »

%d bloggers like this: