Feeds:
Posts
Comments

Marpiga-piga hali ni parrohahon di ulaon unjuk di tano parserahan on (Jabotabek), tingki pasahat ulos hasuhuton parboru sai holan protokol na mandok hatana (terutama mulai sian ulos pamarai dan seterusnya). Boasa boi songon i ? Ra.. ala hurang persiapan jala dang di parsiajari hian andorang so ulaoan manang ala na so pos rohana mandokhon (kurang PD).

Pandapot hu ala ulos na marsintuhu do ulos tu suhi ni ampang na opat, ba denggan ma nian di persiaphon jala sa boi-boi na unang ma nian sai holan protokol i na mulak ulak mandok hata. Alana sipata pinarrohahon protokol i pe hira na buru-buru (songon na kejar tayang).

Mordomu tusi asa rap marsiajar hita angka naposo, dison ni surathon ma contoh mandok hata tingki hasuhuton parboru pasahat ulos.

Tar songon on ma urutan ni ulos si pasahathon ni parboru: Continue Reading »

Advertisements
Lahan Kosong Silamosik Butuh “Belaian” Investor E-mail
Repost dari http://www.harian-global.com
Ratusan hektar lahan kosong ataupun lahan tidur di Silamosik Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir sangat membutuhkan “belaian” dari para investor guna dikelola agar dapat diberdayakan sebagai mata pencaharian masyarakat.

“Kami sangat kesulitan di dalam hal permodalan guna mengelola lahan tidur tersebut,” ungkap Ongguk Sitorus (Op. Lulu) warga setempat kepada Bupati Toba Samosir ketika datang berkunjung dan melakukan kegiatan gotong royong bersama di desa Silamosik Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir, Selasa (29/9).

Kegiatan gotong royong yang menggunakan alat berat Pemkab Tobasa guna  melakukan pembukaan akses jalan ke lokasi tanah kosong tersebut sekitar sepanjang 1,5 kilometer. Jalan yang sedang dibuka itu merupakan akses jalan tembus menuju ke Desa Nalela, Amborgang Porsea hingga ke kecamatan Uluan Kabupaten Toba samosir.

Sedangkan Op Roida Sitorus yang juga merupakan warga setempat menyampaikan keluhan- keluhan warga kepada bupati Tobasa seperti halnya pembangunan sarana air minum, pengaspalan jalan dan juga perbaikan parit guna ditindaklanjuti.

Menyikapi keluhan warga tersebut, Drs Monang Sitorus SH MBA memerintahkan Camat Porsea Adu Sitorus untuk menghubungi Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan pemilik PI Del guna bersedia membantu pemberdayaan lahan kosong yang ada di Desa Silamosik Kecamatan Porsea.

Kegiatan gotong royong tersebut turut dihadiri LSM Tamba Ulina di mana para pengurus dan anggota dari LSM Tamba Ulina merupakan para pendeta, seratusan warga  dan juga dari pihak muspika setempat.

JHONNY SIMANJUNTAK | GLOBAL | TOBASA

Ada sedikit pergeseran pemahaman di hita halak batak tentang penerima tamu khususnya di pesta unjuk. Saya katakan pergeseran karena saat ini sepertinya penerima tamu sama dengan pagar ayu di pesta hajatannya halak ion. Tidak jarang sekarang ini penerima tamu hanya ABG (anak boru) tidak ada orang tua.

Sesunguhnya penerima tamu di pesta unjuk bukan hanya sekedar senyum ramah menunggu tamu menulis di buku tamu dan membagikan souvenir, namun yang paling penting adalah dia harus tahu setidaknya kenal dengan tamu yang datang (tamu adat) sehingga dia akan menyapa dengan sapaan yang khas dan ramah. Continue Reading »

Seorang teman sekantor bernama Mery br Gultom dalam waktu dekat berencana akan menikah dengan kekasihnya, bertanya kepada saya: “Bang, berapa hari setelah nikah saya dan suami bisa berkunjung ke rumah mama ?”. Saya bercanda lha kok malah mikirin kapan bisa berkunjung kerumah mama, mestinya bersenang-senang dululah, nikmati honey moon. Ok, saya ngerti bang, tapi setelah itu apakah ketika kami akan main kerumah mama harus bawa “makanan” (sipanganon namarsaudara) dan harus di dampingi mertuaku ?.

Karena saya tahu bahwa Mery sudah lahir di pangarantoan ini maka saya berikan pencerahan kepadanya. Namun belakangan saya berpikir ulang jangan-jangan masih banyak kaum muda yang belum mengetahui hal yang saya sampaikan kepada Mery, oleh karenanya lebih baik saya share di blog ini sekaligus menjadi pencerahan bagi siapapun yang membaca tulisan ini.

Memang dahulu kala keluarga muda (pengantin) tidak bisa datang begitu saja ke rumah orang tua perempuan (simatua nya) karena Continue Reading »

Di tano parserahan on kita mengenal istilah “ulaon sadari” yang berarti pesta unjuk, paulak une dan tingkir tangga di selesaikan dalam satu hari dan biasanya semuanya di selesaikan di tempat (gedung) pesta unjuk.

Nah setelah selesai paulak une dan tingkir tangga biasanya pihak hasuhuton paranak akan mengundang dongan tubu dohot boru untuk bersama-sama kembali ke rumah hasuhuton untuk manjanghon parumaen. Sementara itu pihak parboru juga akan mengundang dongan tubu dan boru untuk manigati isi ni tandok nasida.

Manjanghon (manjalo) parumaen (Mangupa Anak dohot Parumaen)

Continue Reading »

Telah meninggal dunia di Medan yakni saudara kita Budiman Sitorus (A. Grace) / br Sinaga, abang dari Hotman Sitorus/br Pasaribu (A. Andreas) par Cikokol. Info kami terima dari A. Andreas yang saat ini masih berada di Makassar dan malam ini berencana terbang ke Medan bersama keluarga untuk menghadiri acara pemakaman.

Kiranya Tuhan memberi kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang di tinggalkan.

Ada pertanyaan masuk ke email saya menanyakan seharusnya siapakah yang bertugas melipat ulos ketika acara mangulosi sedang berjalan ?. Mungkin pertanyaan ini sekilas agak “menggelitik”, namun saya mencoba memahami barangkali memang yang bertanya ini benar-benar tidak tahu, disisi lain hal seperti tidak ada di sosialisasikan atau di ajarkan. Yang ada biasanya “marguru disi do i sude”

Mencoba menjawab pertanyaan tersebut sepanjang yang saya tahu, maka seyogyanya yang bertugas “mangalipat ulos” (melipat ulos di belakang pengantin untuk selanjutnya di masukkan ke karung) adalah tugas boru. Namun memang tidak sembarang boru, seharusnya memang boru suhut tangkas dalam hal ini “namboru” ni pengantin pria atau itonya kandung, terkecuali belum ada yang berumah tangga maka itonya yang merupakan putri bapa tua/bapa uda atau ompu martinodohon. Artinya boru ring satu.

Bagaimana tugas dan kerja si lipat ulos ? Continue Reading »

%d bloggers like this: