Feeds:
Posts
Comments

Era di bawah tahun 90’an menurut penuturan para “senior” yang terlebih dahulu menikah, pada umumnya di tano parserahan (perantauan) ini beberapa hari setelah pesta unjuk pengantin di undang makan bersama oleh keluarga terdekat. Hal itu  berlaku kepada mereka yang menikah di tano parserahan maupun yang menikah di Bona Pasogit. Kebiasaan mengundang makan ini secara  umum di kenal dengan istilah MAMIO MANGAN. Namun belakangan kebiasaan yang baik ini mulai pudar dan mulai jarang terdengar di lakukan.

Sesungguhnya apakah Mamio itu ?. Continue Reading »

Advertisements

Soursop, buah dari pohon Graviola adalah pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo.

Sirsak1

Tapi kenapa kita tidak tahu?

Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini se-rapat2nya, mereka ingin agar dana riset yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah  dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya djual kepasar Dunia.

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon Graviola ini.

Pohonnya rendah, di tanah Batak (TOBA-Porsea) di namai “Durian Naropang” bahasa Inggrisnya “Soursop”, di Indonesia secara umum dikenal buah Sirsak. Buahnya agak besar, kulitnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau dibuat jus.

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur(fungi) ,effektive melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik.Sirsak3

Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi orang2 Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah: Jauh dipedalaman hutan Amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.

Riset membuktikan bahwa buah pohon ini ajaib bisa :

  • Menyerang sel kanker dengan aman dan effektive secara alami, TANPA rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
  • Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
  • Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
  • Energi meningkat dan penampilan phisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika.Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai  beberapa tahun berikutnya.Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah :

  • Secara effektive memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 type kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.
  • Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamycin dan  Terapi Kemo yang biasa digunakan.
  • Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selective hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat!

Riset telah dilakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini, selama bertahun-tahun  tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini? Jawabnya adalah : Begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan!

Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini.Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : kulit kayu,akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika Selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan rematik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan Dana dan Sumber Daya Manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola (Sirsak -durian naropang) secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker!

Tapi apakah kisah Graviola hampir berakhir disini.Kenapa?

Dibawah Undang2 Federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatentkan.

Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/kloning dari Graviola ini agar bisa dipatentkan sehingga dana yang dikeluarkan untuk Riset dan Aneka Test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusahaan gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk Riset dan Aneka Test.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari Team Riset t idak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya,dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan2 alami dari hutan Amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang effektive.

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak dipublikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.

Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung  di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo!

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah: Graviola bisa menyeleksi memillih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh Terapi Kemo, sehingga timbul effek negative: rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara effektive, terutama sel kanker: Prostat, Pankreas, dan Paru2.

Setelah selama kurang lebih 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari Lembaga2 tersebut  di atas.

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budi dayakan dan dipanen oleh orang2 pribumi Brazil , kini bisa diperoleh di Amerika.

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s milk, sebagai free special bonus terbitan Health Sciences Institute.

Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.  Tidak ada salahnya bagi kita yang tidak menderita kanker untuk mengkonsumsinya. Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang anda kasihi.

So, since you know it now you can help a friend in need by letting him know or just drink some sour sop juice yourself as prevention from time to time.  The taste is not bad after all.  It’s completely natural and definitely has no s id e effects. If you have the space, plant one in your garden.

The other parts of the tree are also useful.

The next time you have a fruit juice, ask for a sour sop.

Sumber : dari berbagai milis

Di bawah kendali langsung Bupati, Kabupaten Tobasa menghidupkan kembali budaya gotongroyong untuk berbagai kepentingan bersama, kata sebuah laporan, hari ini.

“Gerakan” pertama berlangsung Rabu (29/9) berupa pembukaan jalan sepanjang 1.000 meter dari Desa Silamosik II menuju lokasi penanaman jagung di Desa Silamosik II, Kecamatan Porsea, yang digagas langsung Bupati Drs Monang Sitorus SH MBA dan diikuti sekitar 150 orang termasuk kaum wanita.

Gotongroyong berlangsung 4 jam hingga pukul 13.00 WIB, dan dengan bantuan alat berat berupa 1 unit backhoe mini, jalan sepanjang 1.000 meter dan lebar 3 meter berhasil dibuka. Nilai pekerjaannya ditaksir mencapai Rp10 juta.

Pembukaan jalan ini menjadi penting untuk kelanjutan “gerakan jagungisasi,” yang dicanangkan oleh Bupati sejak 2007, Continue Reading »

17 hari lagi dari hari ini (Jumat 02/10) tepatnya Senin 19 Oktober 2009,  kami akan memperingati 2 tahun bapak yang kami hormati dan sayangi (Paian Sitorus – Op. Tamado doli) berangkat ke rumah Bapa di surga.  Waktu cepat berlalu tanpa terasa bapak wafat 2 tahun lalu tepatnya Jumat 19 Oktober 2007 sekitar pukul 14.15 wib setelah doa dan pujian sorgawi dari kami anak-anaknya, Tulang A. Patar Doloksaribu dan Nantulang dan beberapa anggota keluarga lainnya serta dongan sahuta Medang Lestari yang sangat menguatkan kami hingga kami mampu merelakan kepergian bapak.

Bagi kami bapak adalah pribadi yang tegar, teguh pada prinsip dan kebenaran walaupun seringkali dia harus di kecewakan oleh hal tersebut. Sejak kecil bapak sudah menjalani hidupnya dengan penuh perjuangan. Bapak adalah ‘anak tading maetek” yang di tinggal mati oleh ompung doli (ayahnya) demikian juga ompung boru (ibunya). Dia putra tunggal dan hanya satu ibotonya (namboru kami Hetteria br Sitorus yang menikah dengan amangboru Natan Manurung dari Lumban Manurung-Raut Bosi). Sepeninggal ompung (ayah dan ibunya), mereka dibesarkan ompungya yang juga tak lama meninggal dunia. Namboru pun menikah di usia muda, namun bapak berpikiran lebih maju dan memutuskan untuk sekolah.

Hidup “maliali” (yatim piatu) di jaman itu ternyata sungguh jauh lebih tidak enak dan tidak berharga. Continue Reading »

Marpiga-piga hali ni parrohahon di ulaon unjuk di tano parserahan on (Jabotabek), tingki pasahat ulos hasuhuton parboru sai holan protokol na mandok hatana (terutama mulai sian ulos pamarai dan seterusnya). Boasa boi songon i ? Ra.. ala hurang persiapan jala dang di parsiajari hian andorang so ulaoan manang ala na so pos rohana mandokhon (kurang PD).

Pandapot hu ala ulos na marsintuhu do ulos tu suhi ni ampang na opat, ba denggan ma nian di persiaphon jala sa boi-boi na unang ma nian sai holan protokol i na mulak ulak mandok hata. Alana sipata pinarrohahon protokol i pe hira na buru-buru (songon na kejar tayang).

Mordomu tusi asa rap marsiajar hita angka naposo, dison ni surathon ma contoh mandok hata tingki hasuhuton parboru pasahat ulos.

Tar songon on ma urutan ni ulos si pasahathon ni parboru: Continue Reading »

Lahan Kosong Silamosik Butuh “Belaian” Investor E-mail
Repost dari http://www.harian-global.com
Ratusan hektar lahan kosong ataupun lahan tidur di Silamosik Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir sangat membutuhkan “belaian” dari para investor guna dikelola agar dapat diberdayakan sebagai mata pencaharian masyarakat.

“Kami sangat kesulitan di dalam hal permodalan guna mengelola lahan tidur tersebut,” ungkap Ongguk Sitorus (Op. Lulu) warga setempat kepada Bupati Toba Samosir ketika datang berkunjung dan melakukan kegiatan gotong royong bersama di desa Silamosik Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir, Selasa (29/9).

Kegiatan gotong royong yang menggunakan alat berat Pemkab Tobasa guna  melakukan pembukaan akses jalan ke lokasi tanah kosong tersebut sekitar sepanjang 1,5 kilometer. Jalan yang sedang dibuka itu merupakan akses jalan tembus menuju ke Desa Nalela, Amborgang Porsea hingga ke kecamatan Uluan Kabupaten Toba samosir.

Sedangkan Op Roida Sitorus yang juga merupakan warga setempat menyampaikan keluhan- keluhan warga kepada bupati Tobasa seperti halnya pembangunan sarana air minum, pengaspalan jalan dan juga perbaikan parit guna ditindaklanjuti.

Menyikapi keluhan warga tersebut, Drs Monang Sitorus SH MBA memerintahkan Camat Porsea Adu Sitorus untuk menghubungi Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan pemilik PI Del guna bersedia membantu pemberdayaan lahan kosong yang ada di Desa Silamosik Kecamatan Porsea.

Kegiatan gotong royong tersebut turut dihadiri LSM Tamba Ulina di mana para pengurus dan anggota dari LSM Tamba Ulina merupakan para pendeta, seratusan warga  dan juga dari pihak muspika setempat.

JHONNY SIMANJUNTAK | GLOBAL | TOBASA

Ada sedikit pergeseran pemahaman di hita halak batak tentang penerima tamu khususnya di pesta unjuk. Saya katakan pergeseran karena saat ini sepertinya penerima tamu sama dengan pagar ayu di pesta hajatannya halak ion. Tidak jarang sekarang ini penerima tamu hanya ABG (anak boru) tidak ada orang tua.

Sesunguhnya penerima tamu di pesta unjuk bukan hanya sekedar senyum ramah menunggu tamu menulis di buku tamu dan membagikan souvenir, namun yang paling penting adalah dia harus tahu setidaknya kenal dengan tamu yang datang (tamu adat) sehingga dia akan menyapa dengan sapaan yang khas dan ramah. Continue Reading »

%d bloggers like this: