Feeds:
Posts
Comments

Di tano parserahan on kita mengenal istilah “ulaon sadari” yang berarti pesta unjuk, paulak une dan tingkir tangga di selesaikan dalam satu hari dan biasanya semuanya di selesaikan di tempat (gedung) pesta unjuk.

Nah setelah selesai paulak une dan tingkir tangga biasanya pihak hasuhuton paranak akan mengundang dongan tubu dohot boru untuk bersama-sama kembali ke rumah hasuhuton untuk manjanghon parumaen. Sementara itu pihak parboru juga akan mengundang dongan tubu dan boru untuk manigati isi ni tandok nasida.

Manjanghon (manjalo) parumaen (Mangupa Anak dohot Parumaen)

Continue Reading »

Advertisements

Telah meninggal dunia di Medan yakni saudara kita Budiman Sitorus (A. Grace) / br Sinaga, abang dari Hotman Sitorus/br Pasaribu (A. Andreas) par Cikokol. Info kami terima dari A. Andreas yang saat ini masih berada di Makassar dan malam ini berencana terbang ke Medan bersama keluarga untuk menghadiri acara pemakaman.

Kiranya Tuhan memberi kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang di tinggalkan.

Ada pertanyaan masuk ke email saya menanyakan seharusnya siapakah yang bertugas melipat ulos ketika acara mangulosi sedang berjalan ?. Mungkin pertanyaan ini sekilas agak “menggelitik”, namun saya mencoba memahami barangkali memang yang bertanya ini benar-benar tidak tahu, disisi lain hal seperti tidak ada di sosialisasikan atau di ajarkan. Yang ada biasanya “marguru disi do i sude”

Mencoba menjawab pertanyaan tersebut sepanjang yang saya tahu, maka seyogyanya yang bertugas “mangalipat ulos” (melipat ulos di belakang pengantin untuk selanjutnya di masukkan ke karung) adalah tugas boru. Namun memang tidak sembarang boru, seharusnya memang boru suhut tangkas dalam hal ini “namboru” ni pengantin pria atau itonya kandung, terkecuali belum ada yang berumah tangga maka itonya yang merupakan putri bapa tua/bapa uda atau ompu martinodohon. Artinya boru ring satu.

Bagaimana tugas dan kerja si lipat ulos ? Continue Reading »

Sering saya perhatikan di pesta unjuk (pesta adat pernikahan) beberapa yang sangat janggal dan tidak sepantasnya dilakukan namun hampir di kebanyakan pesta unjuk yang saya hadiri terutama ketika saya menjadi horong ni Hula-hula & Tulang terjadi kegaduhan orang lalu lalang di depan Raja Parhata, orang berebut ambil kopi/teh saat pembagian/pendistribusian kopi/teh, lampet dan bir/soft drink.

Satu hal yang perlu kita sadari bersama khusunya boru (parhobas) dalam hal ini koordinator parhobas harus membuat perhitungan waktu yang tepat untuk mendistribusikan Bir, Soft Drink (kalau ada) dan kopi/teh/lampet agar tidak bertumpuk bersamaan.

Berikut tips yang dapat kami share sesuai pengalaman sebagai boru (parhobas) : Continue Reading »

Hari ini Selasa 01 September 2009 kami memperingati 2 tahun wafatnya ibu yang kami kasihi yakni Op. Tamado br Doloksaribu yang telah menghadap Bapa di sorga pada hari Sabtu 01 September 2007 pukul 02.15 wib.

PUISI KENANGAN UNTUK SEORANG IBU

IBU……

tiap hari engkau bekerja keras demi kelangsungan hidup kami
banting tulang demi kebutuhan hidup keluarga

IBU…….

engkau tidak berkeluh kesah membesarkan dan mendidik kami
engkau begitu tulus melahirkan & membesarkan kami
engkau membimbing kami dengan penuh kasih sayang
engkau ajarkan dan tanamkan nilai-nilai kehidupan

IBU ……

terkadang kami mengecewakan hatimu
namun engkau begitu sabar

IBU…….

engkau adalah wanita tangguh yang berjuang keras demi anak2 mu.
engkau begitu tangguh melawan sakit yang menyerang kesehatanmu hanya demi melihat anak2 mu bahagia

IBU…….

engkau tetap tegar hingga malaikat Tuhan menjemputmu
iman percayamu kepada Tuhan Jesus begitu kuat
engkau tidak ingin anak-anakmu meratap tangis

IBU…….

kami percaya kini engkau telah bahagia dan tenang di sisi Tuhan.
semua kenangan indah bersamau akan tetap kami kenang
dan ajarkan kepada anak hingga cucu kami.

Oleh : Sampe Sitorus

Rabu 26/08/09 pagi pukul 07.25 wib kami mendapat informasi via SMS dari itu Ganda Tua br Sitorus (Ny. T. Gultom/br Sitorus) bahwa berita di koran Medan terbitan Rabu 26/08 telah terjadi kebakaran di kota Porsea pada hari Selasa 25/08/09 dinihari pukul 02.00 wib.

Di antara rumah dan toko yang terbakar di sebutkan rumah Berliana br Sitorus dan  gudang Laris Motor habis terbakar rata dengan tanah.

Note: Berliana br Sitorus adalah boruni abang K. Sitorus/br Manurung (Op. si Mangerbang) dan gudang Laris Motor adalah gudang spare part milik    K. Sitorus/br Manurung (Op. si Mangerbang) yang tepat berada di depan “sentral’ (terminal) Porsea.

Saya langsung konfirmasi berita tersebut ke ito Marlyn br Sitorus (Ny . Hutagaol/ br Sitorus) dan di benarkan bahkan mereka sudah berada di kota Porsea.  Secara umum kondisi abang i cukup tegar menghadapi cobaan tersebut. 

Kebakaran tersebut selain menghanguskan sejumlah rumah juga jiwa karena s shock yakni seorang ber marga Mangunsong.  Kita prihatin atas kejadian terbut namun masih layak mengucap syukur karena tidak ada korban jiwa khususnya dari Pomparan Raja Mandidang Sitorus.

Melalui wadah ini kami sampaikan mari  kita dukung mereka dalam doa agar para korban khususnya keluarga besar K. Sitorus/br Manurung (Op. si Mangerbang) di mampukan menghadapi cobaan ini.

Note: kejadian kebakaran seperti ini adalah untuk yang ke dua kalinya di alami mereka  dalam kurun waktu 8 tahun terakhir ini.

Horas

Ketua Punguan Raja Mandidang Sitorus Se- JABODETABEK.

Dibawah ini copy posting dari :

http://hariansib.com

6 Rumah Hangus Terbakar dan 3 Dirusak di Sental Terminal Porsea

Posted in Berita Utama by Redaksi on Agustus 26th, 2009

Tobasa (SIB)
Enam rumah penduduk yang digunakan sebagai tempat tinggal dan usaha kelontong di Sentral Terminal Pasar Porsea Kecamatan Porsea Toba Samosir, Selasa (25/8) sekira pukul 01.30 WIB hangus terbakar dilalap “sijago merah”. Sementara 3 rumah terpaksa dirusak untuk menghindari api semakin menyebar berhubung rumah penduduk di kawasan tersebut sangat rapat.
Diduga karena shock, seorang pemilik rumah Gerhand Maruli Simangunsong yang rumahnya ikut terbakar meninggal dunia. Walau sebelumnya korban sempat dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapat pertolongan.
Sumber api yang menghanguskan rumah warga Porsea yang berada dekat Pajak Porsea itu belum diketahui dengan pasti. Sumber api masih simpangsiur karena ada yang menyebutkan akibat arus pendek listrik dan ada juga menyebutkan akibat ledakan kompor dari salah satu rumah yang ikut terbakar. Namun peristiwa kebakaran sudah ditangani pihak kepolisian.
Akibat kebakaran yang menghanguskan rumah M Manurung, T Nainggolan, Berliana Boru Sitorus , P Tampubolon , Kasih Sitorus, Maruli Simangunsong dan rumah yang dirusak yakni rumah Riko Manurung, Ana Sirait dan Pujianto Sitorus, kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
Guna memadamkan kobaran api, mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Tobasa turun ke lokasi dibantu mobil pemadam kebakaran milik PT TPL Tbk serta warga sekitar bersama Uspika Porsea yang turun ke lokasi kejadian.
Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber di lokasi menyebutkan, di saat warga sedang tidur lelap tiba-tiba terlihat kepulan asap disertai api dari salah satu rumah warga disertai jeritan minta tolong. Warga sekitar yang mendengar jeritan tersebut langsung berhamburan keluar rumah melihat kejadian. Berhubung kondisi rumah tinggal sekaligus tempat usaha kelontong rapat dan terbuat dari papan,api cepat merambat. Akibatnya 6 rumah hangus terbakar dan 3 rumah terpaksa dirusak yang didalamnya ikut gudang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan suku cadang kendaraan bermotor.
Sementara pemilik rumah korban kebakaran tersebut, pada saat pristiwa tersebut ditampung di hotel yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kebakaran yang menghanguskan rumah warga itu sudah ditangani pihak kepolisian.
Shock melihat Rumah Terbakar, M Simangunsong Meninggal
Di saat terjadi kobaran api yang membakar rumah warga itu, Maruli Simangunsong yang rumahnya ikut terbakar diduga shock atas peristiwa tersebut dan meninggal dunia. Sebelumnya korban yang sehari-harinya sebagai pengusaha tukang jahit pakaian sempat dilarikan ke Rumah Sakit guna mendapat perawatan. Namun nyawa korban tidak tertolong lagi.
Kapolres Tobasa AKBP Frenkie Radot Samosir P melalui Kasat Reskrim AKP RSP Sitanggang yang ditanya SIB di lokasi kejadian mengatakan, korban diduga meninggal karena shock melihat kebakaran tersebut karena rumah miliknya ikut terbakar.
Demikian halnya Camat Porsea Drs Adu P Sitorus yang ditanya SIB di lokasi membenarkan salah seorang pemilik rumah meinggal dunia sesaat setelah kebakaran terjadi.
Kunjungi dan Beri Bantuan
Mendapat informasi kebakaran tersebut, Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH MBA bersama Kapolres AKBP Frenkie Radot Samosir P, Sekdakab Liberty Pasaribu SH MSi, Kepala Bank Sumut Cabang Balige Marah Bangun Siregar, Kepala SKPD bersama Camat Porsea Drs Adu P Sitorus mengunjungi serta memberikan bantuan kepada para korban kebakaran Pasar Porsea Tobasa. Pada kesempatan tersebut Bupati memberikan boras sipirnitondi kepada para korban. Korban mendapat bantuan berupa beras, gula pasir, kopi, bubuk teh, sardencis, mie instan dan minyak goreng dari Pemerintah Kabupaten Toba Samosir.
Pantaun SIB di lokasi kejadian, petugas pemadam kebakaran masih terus menyiram lokasi kebakaran demikian halnya dengan police line telah terpasang di lokasi. (T11/y)

Pada pertengahan bulan Juni lalu seperti biasa rutin tiap tahun di perusahaan tempat kami berkerja (PT. Multi Bintang Indonesia, Tbk)  dilakukan Medical Check Up, kali ini menggunakan jasa Tirta Medical.

Setelah di tunggu beberapa Minggu, hasinya pun resmi di sampaikan oleh dokter perusahaan dengan cara memanggil karyawan maupun ketika karyawan memeriksakan kesehatannya ke poliklinik.  Hari Jumat 14 Agustus 2009 lalu ketika saya memeriksakan diri ke poliklinik, dr. Bayu sekaligus menyampaikan hasil MCU saya sbb : Continue Reading »

%d bloggers like this: