Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Administrator & Fam’ Category

Mau ada acara arisan, partangiangan, ibadah syukur dan bentuk ulaon adat Batak ?
Sekarang tidak perlu lagi repot mempersiakan buah dan minuman ringan. Selain repot, hal itu terkesan sudah umum.

Kini saatnya beralih menghidangkan jus buah segar yang jauh lebih menyehatkan.

Outlet Sedulur Jus, higienis dan mengacu pada standar Food Safety

Outlet Sedulur Fresh Juice, higienis dan mengacu pada standar Food Safety sehingga disukai para pelanggan

Sedulur Fresh Juice kami proses dari buah alami dengan resep khusus TANPA bahan pengawet (No preservative), sangat cocok disajikan kepada para tamu pada acara: Arisan, Partangiangan, Ibadah Syukur (Tardidi, Malua, dsb), Patua Hata, Martonggo Raja, Pesta Unjuk bahkan Ulaon Sarimatua/Saurmatua pun akan sangat berkesan bagi para tamu yang hadir.

Ingat Sedulur Fresh Juice, BUKAN yang lain.

Jika sebelumnya bapak/ibu terbiasa hidangkan es krim untuk para tamu, maka mulai hari ini dengan harga yang relative sama bapak/ibu dapat hidangkan Sedulur Fresh Juice.

Sedulur Fresh Juice

Sedulur Fresh Juice

Kami mengerti kebutuhan bapak/ibu, dan kami paham betul kelas sosial bapak/ibu.  Menurut hemat kami orang sekelas bapak/ibu sebagai “partamue” layaknya menghidangkan Sedulur Fresh Juice kepada para tamu.

Tunggu apalagi, segera order ke contact person yang tercantum pada foto diatas.

Mau lebih kenal Sedulur Fresh Juice ? Kunjungi FB nya, klik Sedulur Jus

https://www.facebook.com/sedulur.jus

*)Note minimum order 40 cup, harga diatas ditambah ongkos kirim seharga Go Ojek. Untuk pesta Jakarta, Tangerang paket diatas 200 Cup kami antar dengan mobil ke gedung yang dituju.

Salam sehat dan selamat berpesta.

St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A. Hitado Managam Sitorus).

Read Full Post »

Karena kebanggaanku kepada kakek moyangku, maka kemana pun aku pergi nama kakek moyangku “kugendong” Foto atas adalah saat liburan di Jogjakarta bulan Oktober 2012 , foto bawah saat menikmati akhir tahun 2012 di Villa Yustisia-Cilember Puncak, Bogor. Banyak orang bertanya apa itu Raja Mandidang Sitorus.

Namun tidak sedikit juga yang bercanda mengatakan saya norak, saya tidak peduli omongan orang, toh mobil adalah mobil saya sendiri, saya tidak merugikan orang. Kalo tidak suka ya mohon maaf jangan dibaca. (Gitu aja ko repot).

Liburan Jogjakarta

Liburan Jogjakarta

Villa Yustisia - Cilember Puncak, Bogor

Read Full Post »

Lanjutan generasi ke 10 khusus keturunan O.Paian (Op.Sahala Paianon Sitorus) sebagaimana tertera dibawah ini:

Tarombo Op.Sahala Paianon Sitorus

Detail click link berikut:

tarombo-op-sahala-paianon sitorus

Tabe mardongan tangiang

St. Sampe Sitorus/br Sitanggang (A.Hitado Managam Sitorus)

Read Full Post »

Royson Silaban, Hitado Managam Sitorus, Namora Gabe br Sitorus

Berbagai cara kami lakukan agar komunikasi dan silaturahmi diantara kami bersaudara pinompar ni Op. Tamado Sitorus tetap terjalin dengan baik. Salah satu hal yang mungkin terlihat sepele namun cukup efektif adalah memamfaatkan momen ulang tahun anak-anak kami.

Hari ini Sabtu 30 April 2011 kami sengaja menyatukan perayaan HUT 4 orang sekaligus yakni:

1. Royson Silaban = HUT ke 9 pada 11 April 2011

2. Hitado Managam Sitorus = HUT ke 8 pada 14 April 2011

3. Sampe Sitorus (saya sendiri) = HUT ke 36 pada 22 April 2011

4. Namora Gabe br Sitorus = HUT ke 2 pada 27 April 2011

Tiup lilinnya... tiup lilinnya sekarang juga.....

Hata ni natua-tua mandok Sada tinembak dua na hona. Sekali merayakan 4 orang sekaligus juga kumpul-kumpul untuk tetap mempererat tali persaudaraan. Doa syukur atas bertambahnya usia kami dipimpin oleh ito tertua namboru Agam (Ny Manullang /Monggo br Sitorus).

Namboru Josh sedang ucapin Selamat Ulang Tahun kepada paramannya Agam

Terima kasih Tuhan untuk berkat dan kasih karunia, demikian halnya kebersamaan yang senantiasa terjalin mesra. Kami aminkan bahwa ini adalah wujud cinta kasih yang Tuhan ajarkan kepada.

St. Sampe Sitorus/br Sitanggang

Read Full Post »

Na marhula marboru duduk santai penuh keakraban

Pada hari Sabtu 06 Maret hingga Minggu 07 Maret 2011 lalu kami pomparan Op Paralat Sitorus (par Lumban Tonga-tonga) yang berdomisili di Jabodetabek bahkan Cilegon melakasanakan Ibadah Syukur (Bona Taon) bertempat di Wisma Bahtera Tugu – Puncak Bogor.

Jujur saja kami tidak ada persipan khusus untuk acara tersebut, semuanya berjalan begitu cepat dan langsung bisa terwujud. Ide marbona taon memang sudah sejak akhir tahun lalu, namun tidak ditindak lanjuti karena masing-masing sibuk dengan aktivitasnya. Persis 2 minggu menjelang pelaksanaan ito Nai Lintong (Ny Manullang/br Sitorus) bertelpon ke saya bahwa ada villa milik PELNI yang bisa disewa dengan harga khusus karyawan dan siap booking untuk tanggal 6-7 Maret 2011.

Setelah saya lihat jadwal kegiatan, saya langsung minta di booking, selanjutnya info via SMS ke seluruh pomparan Op. Paralat Sitorus untuk mengatur dan menyesuaikan jadwal. Gayung pun bersambut dan hampir semuanya merespon positif. (on ma tabo ni na dos roha i). Kaum ibu pun saling berkomunikasi dan saling atur siapa bawa apa dan berbagi tugas baik Hula-hula maupun boru saling bahu membahu. (on ma tabo ni na dos roha i).

Dibeberapa punguan yang saya ikuti untuk mewujudkan Bona Taon ataupun Family Gathering sulitnya bukan main. Terbentur dana ? jawabannya tidak, karena secara finansial lebih mapan dari kami par Lumban Tongatonga. Yang pasti jawabannya adalah “ndang dos roha”.

Semoga hasadaon ni roha ni hami pomparan ni Ompui Paralat Sitorus sian Lumban Tongatonga tetap terpelihara dengan baik dan senantiasa dapat kami “memehon” (ajarkan dan wariskan) kepada anak-anak kami.

Berikut ini beberapa foto:

Marnonang na marhula marboru (akrab dan hangat)

Berikut link foto-foto lainnya:

http://www.facebook.com/home.php#!/photo.php?fbid=187915714579335&set=a.187490307955209.32854.100000827226870&theater

http://www.facebook.com/home.php#!/album.php?aid=53832&id=1842944971

Tampulon sibaganding di dolok ni pangiringan
Horas hita na marhaha maranggi dohot marhula marboru marsipairing iringan.
St. Sampe Sitorus, SE/ br Sitanggang (A. Hitado Managam)

 

Read Full Post »

Setelah bolak balik di minta oleh Ketua Parsadaan Raja Sitorus dohot Boruna Wilayah Tangerang (Amanguda Posman Sitorus) agar bersedia bersedia menjadi Raja Parhata dari horong Raja Dori, maka akhirnya ” I take the challange”.

Keputusan  untuk bersedia menjadi Raja Parhata tu ulaon Pasahat Sulangsuang Pahompu Kel. Jeffer Hower Sitorus, SE. MM / Mira Koesoema Rani br Tampubolon, SH (A.Imanuel Yosua Magistero Sitorus) akhirnya saya sampaikan pada hari Minggu 20 Pebruari 2011. Hal itu berarti  sebagai “parsiajar” saya hanya punya waktu 5 hari untuk mempersiapakan diri karena pada hari Sabtu 26 Pebruari 2011 akan dilaksanakan Ulaon Manuruknuruk laos Patua Hata (marhusip). Katua i (sebutanku kepada Amanguda Posman Sitorus) sangat mendukung dan memberikan berbagai panuturion (coaching).

Jujur saja ulaon tersebut diatas sangat berat karena aplikasi langsung ke ulaoan yang agak berbeda dengan yang berlaku umum mengingat parumaen (inang istrinya A.Josua) adalah boru Tampubolon “sian Jawa”. Saya tanyakan hasuhuton apakah sudah dilaksanakan ulaon mangain  oleh Tulang Tampubolon ? (mengangkat menjadi putrinya Tulangnya A.Josua). Oleh pihak hasuhuton dijawab belum, namun sudah di sepakati jala dioloi Tulang Tampubolon. Adapun pelaksanaan mangain akan dilakukan pada hari Sabtu 19  Maret 2011 di pagi hari di gedung pesta unjuk sebelum acara pasahat sulangsulang pahompu.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilaksanakan maka pada Sabtu 26/03 kami pun berkumpul di Batuceper Tangerang (rumah A.Josua), setelah doa bersama kami pun berangkat manopot Hulahulala i marga Tampubolon di Tebet Barat Raya. Doa pribadi saya pun terfokus agar saya dimampukan Tuhan menjalankan tugas yang akan saya emban.

Seperti biasa pasahat tudu-tudu sipanganon masih menjadi tugas horong ni Raja Boltok (hasuhuton). Setelah marsipanganon tibalah saatnya marsisisean dan mandat menjadi Raja Pangalusi (Parhata sian Raja Sitorus) pun di serahkan kepada saya. Jujur saja, saya agak “ngeper” juga karena yang saya adopi adalah “Raja Parhata Senior” dari pihak Tampubolon. Diawal pembicaraan saya “parjolo marsantabi” intinya agar pihak Tampubolon khususnya Raja Parhata yang saya hadapi harap maklum jika nanti terdapat kekurangan atau tidak dapat mengimbangi beliau.  Tahukah anda jawaban apa yang saya terima ?. Sungguh luar biasa kearifan beliau yang justru memotivasi saya dengan mengatakan jangan khawatir sebab bagaimana pun jika seseorang telah “dipatujolo” menjadi Raja Parhata maka dia akan berperan sebagai Raja dan oleh karenanya Tuhan akan memberi khidmat dan pengetahuan sehingga dimampukan mengemban tugas dan tanggung jawabnya.

Akhir kata panghataion pun di mulai dan benar juga beliau, hingga akhir acara berakhir praktis semuanya berjalan lancar dan tidak ada yang “lari dari pakem”.

Puji Tuhan….(Haleluya), seluruh rangkain ulaon pun berakhir pukul 14.15 Wib dan ditutup doa oleh Hulahula Tampubolon dan kami pun “marhehe nauli” pulang ke rumah hasuhuton di Batuceper Tangerng untuk melanjutkan ulaon Martonggo Raja.

Memang benar adanya, jika Tuhan yang membimbing maka semuanya akan berjalan sesuai kehendakNya.  Ulaon martonggo raja pun berjalan dengan baik, penuh suka cita khas orang Batak Kristen.

Dari pemaparan di atas, pelajaran apa yang dapat kita petik ?

  1. Jika kita “ditodo” (dipiih) orang untuk menjalankan suatu tugas, tentunya mereka telah mempertimbangkan potensi yang kita miliki.
  2. Siapapun yang manodo pastilah dia akan mendukung kita. Demikian halnya jika kita manodo (memilih) orang maka kita harus bersedia coahing dia.
  3. Perlu mempersiapkan diri agar mampu mengemban tugas dan tanggung jawab.
  4. DOA, kekuatan doa sangat luar biasa. (Hinorhon ni tangiang do satonga ni ulaon i). Bersandarlah kepada Tuhan !
  5. Jangan pernah rendah diri, namun hendaklah selalu rendah hati. (Jangan kecut meskipun menghadapi Parhata Senior, namun jangan pula menjadi terlalu percaya diri sehingga merasa sudah pintar, sebaliknya tetaplah rendah hati – jumolo marsantabi).
  6. Jika kita berada pada posisi Raja Parhata Tampubolon, adalah sangat arif dan bijaksana apa yang beliau sampaikan kepada saya. Beliau tidak memandang saya rendah, sebaliknya memberi motivasi bahkan dia tidak merasa lebih pintar. Inilah yang disebut Toho ma i anak ni Raja.
  7. Kasih mempersatukan na marhaha maranggi pomparan Raja Sitorus sehingga semua rangkaian ulaon berjalan lancar dan penuh suka cita.
  8. Hatangki di tambai dongan ate !

So…. ingatlah 1 Timoteus 4: 12

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Doa:

Allah Bapa sumber segala hikmad dan pengetahuan, mampukan saya untuk mengemban tugas Raja Parhata di ulaon Pasahat Sulangsuang Pahompu            Kel. Jeffer Hower Sitorus, SE. MM / Mira Koesoema Rani br Tampubolon, SH (A.Imanuel Yosua Magistero Sitorus) pada hari Sabtu 19 Pebruari 2011 yang akan datang. Berikan kesehatan, sukacita dan damai sejahtera kepada suhut sihabolonan keluarga besar Sitorus dan keluarga besar Tampubolon.  Khusus kami juga berdoa agar segala persiapan yang mereka lakukan boleh berjalan seturut kehendakMu. Biarlah sanak saudara dan handai taulan yang mereka undang dapat memenuhi undangan meraka. Bapa sorgawai…. secara khusus kami berdoa untuk inanguda Op. Yosua Sitorus br Tampubolon, yang saat ini terbaring sakit dan mendapat perawatan di rumah, ditengah usianya yang sudah sepuh mampukan dia untuk tetap bersyukur dan berpengharapan kepadaMu, Roh Kudus teguhkan imannya agar tetap setia kepada Allah Tritunggal hingga akhir hayatnya. Diatas semua permohonan kami, ampunilah kami akan kesalahan kami dan biarlah kehendakMu yang jadi.  Amin.

Medang Lestari, Minggu 27 Pebruari 2011

St. Sampe Sitorus (A. Hitado Managam Sitorus).

Read Full Post »

Rabu 09 Pebruari 2011 sekitar pukul 18.45 Wib, Ketua Parsadaan Raja Sitorus dohot Boruna Wilayah Tangerang (anggidoli Posman Sitorus) bertelpon ke saya yang sedang mengendarai mobil dalam perjalanan pulang kerumah.

Katua i (sebutan saya kepada beliau) menginformasikan bahwa pada hari Sabtu tanggal 26 Pebruari 2011 ada ulaon martonggo raja karena ulaon pangolihon anak anggota parsadaan wilayah Tangerang pada hari Sabtu 19 Maret 2011 dari horong Sitorus Boltok.  Konon Katuai sudah menyampaikan kepada pengurus Parsadaan Sitorus Sejabotabek bahwa pengurus wilayah Tangerang akan “mangulahon” ulaon tersebut.

Seperti biasa yang berlaku di Parsadaan Sitorus se JABOTABEK, jika Raja Boltok hasuhuton, maka Raja Dori Parsinabung dan Raja Pane Panamboli. Untuk ulaon dimaksud diatas Katua i berkeyakinan bahwa dari horong Raja Dori di Tangerang saatnya diberikan kesempatan kaderisasi kepada saya(Sampe Sitorus – A. Agam) dan kepada A. Christin (par Cipondoh).

Saya di “challange” untuk menjadi Parsinabung di ulaon dimaksud diatas. Jujur secara pribadi ini saya suka dan menganggap ini suatu proses pembelajaran untuk mendapatkan jam terbang, namun dengan sangat menyesal saya katakan kepada beliau bahwa “tantangan” tersebut tidak dapat saya penuhi karena terhitung hari Sabtu 12 Pebruari 2011 yang akan datang, setiap hari Sabtu saya harus memfasilitasi serangkaian training yang dilaksanakan di kantor. NOTE: di kantor saya men challenge diri saya untuk keluar dari “comport zone” dimana sebelumnya hampir pasti setiap Sabtu libur, ditempat baru tuntutan pekerjaan mengharapkan fleksibilitas.

Saya bisa merasakan “kekecewaan” Katua i. Karena memang selama ini beliau berupaya untuk pengkaderan Raja Parhata khususnya dari generasi muda. Secara khusus “kekecewaan” beliau berkaitan dengan minimnya Raja Parhata dari horong kami Raja Dori.

Jujur secara pribadi sesunguhnya bagi saya ini ada kesempatan yang baik untuk mendapatkan “jam terbang”, disisi lain juga secara otomatis nama Punguan Pomparan Raja Mandidang akan “berkibar” dan orang akan semakin mengenal Pomparan Raja Mandidang.

Harus diakui di Parsadaan Raja Sitorus se Jabotabek nama Punguan Parompuon Raja Mandidang belumlah mencuat kepermukaan. Pertanyaannya kenapa demikian ?. Ada banyak hal diantaranya:

1. Hajolmaon – Populasi -> jumlah anggota Parompuon Raja Mandidang se Jabotabek masih dibawah 50 KK, sementara Parompuon lainnya umumnya diatas 100 KK.

2. Goar (Ketenaran)-> secara umum anggota Parompuon Raja Mandidang se Jabotabek belum begitu mencuat kepermukaan. (misal belum ada Pejabat Tinggi).

3. Keaktipan di ulaon Raja Sitorus se Jabotabek -> jujur harus diakui  dari horong Raja Mandidang yang aktif mengikuti hampir setiap kegiatan maupun ulaon adat barulah sebatas anggidoli Kel. Robinson Sitorus/br Sijabat (A.Martin) dan Kel. G.Robert Sitorus/br Siahaan(Op. Bonardo), kedua keluarga ini relatif sudah mapan dan usia sudah pensiun (diatas 57 tahun).  Bagaimana dengan yang lainnya, termasuk penulis ?.  Ya inilah dilema karena sebagai keluarga muda dan pekerja tentu tuntutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan tuntutan pekerjaan menjadi prioritas utama. Ini bukan alasan pembenaran diri tapi harus kita akui bahwa “Ingkon martimus do di dapur asa boi mangalangka tu si dalanon”. Artinya kebutuhan hidup menjadi prioitas utama, jangan karena ulaon adat keluarga dan pekerjaan terbengkalai.

Sekali lagi… bukan tidak mendukung kaderisasi, namun situasi yang belum memungkinkan. Saya yakin ada saat yang indah yang akan Tuhan berikan.

Pos ma rohanta di Debata, sai adong do tingki na lehet marsogot haduan.

Tabe mardongan Tangiang

St. Sampe Sitorus, SE

 

 

 

Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: